Makin memanasnya perang antara Iran dan Amerika Serikat Israel menjadi alasan Presiden Prabowo Subianto memanggil dua menterinya, Menteri Energi dan Sumber Daya [musik] Mineral Bahlilah Hadaliah dan Menteri Koordinator Pangan Zulkifri Hasan ke Istana Kepresidenan Jakarta Senin sore 2 Maret 2026. Dalam pertemuan itu, Bahlil antara lain melaporkan kondisi terkini sektor energi di dalam negeri selepas penutupan Selat Hormus Iran. katanya pada Senin 2 Maret 2026 seperti dikutip dari antara.
Sementara itu, Prabowo memerintahkan Zulhas menjaga ketersediaan pasokan dan harga pangan selama bulan puasa hingga hari lebaran. Memanasnya konflik tersebut sontak berimbas pada lonjakan harga minyak dunia. Harga minyak brand misalnya melambung ke level 79 US Do per barel pada Senin 2 Maret 2026. [musik] Sedangkan harga minyak West Texas Intermediate naik menjadi 72 US per barel. Padahal sebelumnya harga minyak brand di angka 71 sampai 73 US Do per barel dan minyak WC C 65 sampai 67 per barel. Dosen ekonomi energi Universitas
Pajajaran, Yayan Satyakti mengatakan loncangan harga minyak dunia otomatis bakal [musik] menggerek harga BBM di Indonesia. Pasalnya, Indonesia banyak mengimpor BBM dari wilayah Timur Tengah, katanya kepada tempo Senin 2 Maret 2026. Dalam hitungannya, penutupan Selat Hormus bakal menggerek [musik] harga minyak dunia ke level lebih dari 100 US Do per barel. Sejalan dengan itu, Yayan memperkirakan kenaikan harga BBM melebihi 25%. [musik] Idealnya pemerintah punya dana jaga-jaga jika hal ini terjadi. Apalagi asumsi
harga minyak mentah dalam anggaran pendapatan dan belanja negara 2026 hanya 70 US per barel. Adapun Center of Economic and Law Studies atau Celios memproyeksikan harga minyak mentah menembus 100 sampai 120 US DO per barel. Sebagai negara pengimpor minyak, Indonesia akan mendapat konsekuensi nyata. Direktur Selios Bima Yudira mengatakan dalam simulasi APBN 2026, setiap 1 US do barel, kenaikan harga minyak di atas asumsi APBN akan menambah belanja anggaran senilai Rp10,3 triliun. Direktur eksekutif [musik] Institute for
Essential Service Reform, Febi Tumiwa mengatakan meroketnya harga minyak senilai 100 US Do per barel juga bakal berimbas pada makin besarnya defisit anggaran pemerintah [musik] hingga Rp6,8 triliun. Sebab kenaikan harga minyak dunia akan memicu lonjakan beban subsidi energi. Fabi menghitung belanja subsidi [musik] energi dan kompensasi listrik akan mencapai Rp381 triliun dengan asumsi harga minyak sebesar 70 US DO per barel dalam APBN 2026. [musik] Beban lain juga terdapat pada impor LPG yang merupakan salah satu komponen impor
terbesar. Selama ini Indonesia masih menggantungkan kebutuhan LPG kepada Uni Emirat [musik] Arab Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait termasuk Amerika Serikat. Dengan total nilai impor LPG lebih dari 714 juta US dar per tahun. [musik] Kenaikan harga energi global secara otomatis bakal mendorong loncakan biaya impor melonjak. Akibatnya, APBN akan kian terbebani karena harus membiayai subsidi energi tersebut. Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institute Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action
Institution, Broni Pesasmita mengatakan tak cuma menekan ekonomi akibat lonjakan harga minyak, kondisi geopolitik yang makin memanas ini juga berpotensi melemahkan rupiah. Musbabnya, investor global cenderung melakukan fight to quality ke aset dolar Amerika. Walhasil, rupiah terdepresiasi dan pasar obligasi akan menghadapi kenaikan yield [musik] akibat arus keluar modal. Sedangkan pasar modal akan bergejolak karena ris premium meningkat.
Komentar