Iran mengklaim akan terus menargetkan nyawa Perdana Menteri Israel Ben Yamin Netan Yahu. Penasehat senior pemimpin tertinggi Iran Maijen Yahya Rahim Safafi mengaku tahu lokasi pertemuan Netan Yahu secara presisi. Mengutip Tribun News pada 4 Maret. Peringatan ini dilontarkan Safa dalam sebuah wawancara televisi pada Selasa, 3 Maret 2026. Jenderal Bintang Dua itu menyatakan bahwa pihaknya memegang intelijen lengkap terkait target-target musuh di sekitar Iran termasuk sasaran milik Amerika Serikat dan Israel. Ia juga menegaskan
bahwa mereka bahkan mengetahui secara persis lokasi pertemuan Netanyahu. Menurutnya, basis data intelijen yang dimiliki sudah sepenuhnya lengkap. Selain itu, ia juga mengklaim kekuatan ofensif Iran, terutama dalam teknologi rudal dan drone, telah meningkat tajam hingga 10 kali lipat. Jangkauan intelijen Iran pun disebutnya telah menyusup jauh ke wilayah lawan. Menurutnya, Kementerian Intelijen Iran saat ini memiliki pengawasan penuh atas titik-titik vital musuh.
Komentar