Beranda / Berita Terpopuler / Rusia Kerahkan Intel untuk Iran, Trump: Itu Tak Akan Membantu

Rusia Kerahkan Intel untuk Iran, Trump: Itu Tak Akan Membantu

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai bantuan intelijen dari Rusia untuk Iran tidak akan berdampak. Hal ini dikatakan Trump menanggapi laporan bahwa pejabat intelijen AS meyakini Rusia telah membagikan informasi kepada Iran untuk membantu menargetkan pasukan dan aset Washington [musik] di Timur Tengah. Pernyataan tersebut dilontarkan Trump pada Sabtu, 7 Maret 2026 dalam wawancaranya di dalam pesawat kepresidenan [musik] Air Force One. Trump juga menepis pertanyaan soal apakah bantuan Rusia kepada Iran itu

akan mempengaruhi pandangannya [musik] terhadap hubungan antara AS dan Rusia. Menurutnya, Rusia kemungkinan akan menuduh AS melakukan hal yang sama terhadap mereka. Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS, Pit Higgit juga telah menanggapi laporan adanya bantuan informasi intelijen dari Rusia untuk Iran. Senada dengan Trump, Higgsit mengatakan dirinya tidak khawatir soal informasi yang diduga dibocorkan ke Iran. Meski enggan membeberkan isi laporan itu, pihaknya menegaskan militer AS terus memantau setiap aktivitas

komunikasi antar [musik] negara lawan. Bahkan Higgit mengeklaim intelijen AS sudah tahu pola komunikasi berbagai pihak di dunia. Tak hanya Higgsit, Sekretaris Gedung Putih Caroline Levit juga menyampaikan informasi yang diberikan tidak berpengaruh banyak untuk Iran. Lebit menyatakan saat ini AS sudah menghancurkan 30 kapal Iran dan serangan roda balasan Iran sudah berkurang [musik] 90%. Very clear is that it clearly is not making a difference with respect to the military operations in Iran because we

are completely decimating them. As I said earlier, we’ve taken out nearly 30 of their ships. Their navy has been deemed combat ineffective. 90% reduction in ballistic missile retaliatory strikes against the United States and our Gulf Arab and partners in the region. Sejumlah pejabat AS sebelumnya mengungkap bantuan Rusia ke Iran mencakup citra satelit untuk memetakkan posisi kapal perang dan pergerakan pasukan AS. Rusia juga diduga telah memberikan informasi intelijen terbaru sejak awal perang AS versus Iran pecah

pada 28 Februari 2026. Sejauh ini memang serangan Iran dilaporkan belum berhasil mengenai kapal perang AS [musik] manapun. Meski begitu, Iran telah menggempur pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah sebagai balasan atas serangan gabungan AS Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran [musik] Ali Kamene.

John Herdman Menunjukan Duapuluh Empat Pemain Timnas untuk FIFA Series 2026

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *