Beredar dokumen Telegram yang disebut bersifat rahasia terkait status siaga 1 TNI di kalangan awak media pada Sabtu, 7 Maret 2026 terkait situasi di Timur Tengah. Pihak TNI buka suara merespon beredarnya dokumen tersebut. Dalam salinan dokumen tersebut disebutkan perintah siaga tingkat satu bagi jajaran TNI. Dokumen itu juga ditembuskan kepada Agus Subianto selaku Panglima TNI dan juga wakil panglima TNI. Dalam dokumen disebutkan dua dasar penerbitan perintah tersebut. Pertama, perkembangan situasi
global terkait konflik di kawasan Timur Tengah. Kedua, pertimbangan dari pimpinan TNI. Berdasarkan hal itu, seluruh jajaran diminta melaksanakan siaga tingkat 1 mulai 1 Maret hingga waktu yang belum ditentukan. Dalam dokumen tersebut juga terdapat sejumlah instruksi kepada satuan di lapangan. di antaranya menyegakan personel dan alat utama sistem senjata serta meningkatkan patroli di objek vital. Patroli dilakukan di bandara, pelabuhan, stasiun kereta, hingga pusat ekonomi dan fasilitas listrik. Menangapi beredarnya
dokumen tersebut, Aulia Dwi Nasrullah selaku Kepala Pusat Penerangan TNI tidak secara langsung mengfirmasi isi Telegram itu. Namun, ia menyatakan TNI harus selalu menjaga kesiapsiagaan operasional untuk menghadapi berbagai kemungkinan ancaman. Menurutnya, kesiapan tersebut dilakukan melalui pengecekan rutin terhadap personel dan kekuatan militer.
Komentar