Akibat perang di Timur Tengah, kita terus terang saja harus siap menghadapi kesulitan. Pertama-tama sebagai insan yang bertakwa, marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa taala, Tuhan maha besar. yang memiliki sekalian alam. Hanya kepadanyaalah kita berdoa dan hanya kepadanyaalah kita meminta pertolongan. Kita bersyukur atas segala karunia, segala berkah atas kesehatan dan kedamaian yang masih diberikan kepada kita sehingga kita dapat berkumpul di sore
hari ini. Saudara-saudara sekalian, kita sadar bahwa negara kita berada di suatu lingkaran penuh dengan potensi bencana. Dikatakan dari segi geologis, kita berada di lingkaran api, The Ring of Fire, di mana terdapat banyak gunung-gunung berapi. Hal ini juga membuat negara kita sesungguhnya kaya dengan banyak mineral yang sangat penting juga membuat tanah kita subur. Tetapi dari waktu ke waktu kita harus siap menghadapi bencana-bencana alam. Karena itu acara hari ini peresmian 218 jembatan yang telah dilaksanakan
dalam waktu 2,eng bulan adalah suatu prestasi yang menurut hemat saya adalah prestasi luar biasa. Prestasi ini menunjukkan kesungguhan hati dari seluruh prajurit TNI, seluruh petugas di daerah-daerah yang terkena bencana dan juga daerah-daerah lain yang sangat memerlukan jembatan-jembatan ini. Saudara-saudara sekalian, kita menyadari bahwa bangsa ini masih menghadapi banyak kendala, banyak kesulitan, banyak kekurangan. Kekurangan-kekurangan ini sesungguhnya adalah kekurangan dari para pejabat, para birokrat, para
petugas. Di suatu pihak banyak petugas yang bekerja dengan luar biasa. Di lain pihak masih ada di unsur-unsur pimpinan tertentu yang mengecewakan dari segi tanggung jawab kepada bangsa dan negara. Ini harus kita akui. Janganlah kita selalu bicara yang baik-baik, yang manis-manis. Saya ingin menyampaikan ini karena kita sadar dan mengerti bahwa dunia kita sekarang penuh dengan dinamika yang berbahaya. Di mana-mana meletus perang hampir di semua kawasan di dunia terutama di kawasan Timur Tengah. Beberapa saat yang lalu kita menyadari
ada perang yang besar di Eropa, di Ukrain. Sekarang hampir seluruh Timur Tengah terkena. Walaupun kita berada secara geografis jauh dari tempat itu, tapi bumi kita sudah menjadi sesungguhnya kecil. Apa yang terjadi di satu kawasan akan mempengaruhi kawasan-kawasan lain. Bangsa kita, negara kita berada dalam jalur yang sudah benar. Kita berada di jalur tidak memihak. Kita selalu berada di jalur bebas aktif non blok. Kita tidak ingin ikut blok manaun. Kita menghormati semua kekuatan, kita menghormati semua negara. Itulah
Indonesia bineka tunggal ika di dalam negeri, tapi juga ke luar negeri. Kita menghormati semua bangsa, menghormati semua agama, menghormati semua ras, menghormati semua kelompok etnis. Inilah yang membuat Indonesia sekarang menikmati kondisi yang damai. Kita bisa hidup berdampingan ratusan kelompok etnis, tapi kita bisa rukun. Kalau ada saudara kita yang mengalami kesulitan, seluruh bangsa ikut merasakan dan seluruh bangsa turun. bencana yang dialami beberapa daerah kita, Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat,
tapi juga di provinsi-provinsi lain, di Kalimantan Selatan, di Jawa, di berbagai tempat di Nusantara. Tapi kita bersyukur kita sebagai bangsa mampu mengatasi, kita mampu bekerja sama. Kita mampu dengan kekuatan kita bertindak dan bergerak cepat. Satgas rehabilitasi dan rekonstruksi sudah kerja keras dan juga khususnya Satgas jembatan ini hari ini meresmikan 218 jembatan. Saya ucapkan terima kasih atas nama Pemerintah Republik Indonesia, sebagai Presiden Republik Indonesia dan juga sebagai pribadi.
Saya telah membentuk Satgas ini. Setelah menugaskan saudara kepala staf Angkatan Darat untuk memimpin langsung, seorang jenderal bintang empat memimpin pembangunan jembatan-jembatan, tidak hanya jembatan yang besar, tapi juga jembatan yang kecil-kecil. Ini bukti sekali lagi bahwa pemerintah pusat, pemerintah Republik Indonesia hadir hadir di tingkat yang terkecil sekalipun di desa, di dusun, di dukuh. Pemerintah Republik Indonesia tidak akan membiarkan rakyatnya dalam penderitaan dan dalam kesulitan.
Saudara-saudara sekalian, kita buktikan kita tidak berlindung di belakang peraturan. Kita tidak berlindung di belakang sistem yang sudah berjalan. Kita menghadapi kesulitan dengan sikap kita ingin mengatasi kesulitan. Kita harus berani mengatasi kesulitan. Kita tidak menutupi kesulitan. Kita tidak pura-pura tidak ada kesulitan. Akibat perang di Timur Tengah, kita harus siap menghadapi kesulitan. Tapi sekali lagi kita bersyukur bahwa sebenarnya bangsa Indonesia punya kekuatan. kita punya kekuatan yang besar,
tapi juga saya harus jujur kepada seluruh rakyat dan saya juga akan memberi suatu taklimat kepada seluruh bangsa Indonesia dalam waktu dekat. Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan bahwa kekuatan kita, kekayaan kita yang luar biasa sesungguhnya harus lebih baik lagi kita kelola, lebih baik lagi kita kendalikan. Untuk itu saya tegaskan kembali lagi bahwa kita harus memerangi korupsi di setiap tingkat. Korupsi, penyalahgunaan wewenang, penipuan, kolusi dengan pengusaha-pengusaha nakal. Ini yang mengakibatkan kebocoran negara.
Ini yang mengakibatkan kekayaan kita. Banyak yang hilang. Kekayaan yang bisa kita gunakan untuk menghadapi bencana apapun. Saudara-saudara, seluruh dunia sedang mengalami goncangan. Seluruh dunia akibat perang di Timur Tengah. kita terus terang saja harus siap menghadapi kesulitan. Tetapi hari ini saya merasa bangga bahwa kita sekali lagi negara kesatuan Republik Indonesia di mana Tentara Nasional Indonesia adalah salah satu pilar utama telah membuktikan kepada seluruh rakyat bahwa tentara nasional Indonesia adalah
tentara rakyat. Tentara nasional Indonesia adalah tentara pejuang. Tentara nasional Indonesia adalah tentara nasional, tentara untuk seluruh bangsa Indonesia. Dari barat sampai ke timur, dari utara sampai ke selatan. TNI adalah milik seluruh bangsa. TNI berada di atas semua golongan. TNI berada di atas semua organisasi apapun. Karena itu peresmian jembatan ini adalah bukti sekali lagi atas disiplin Tentara Nasional Indonesia, atas semangat Tentara Nasional Indonesia, atas cinta Tentara Nasional Indonesia
kepada rakyatnya dan kepada bangsanya. bahwa Tentara Nasional Indonesia sumpahnya adalah rela mati, rela korbankan jiwa dan raganya untuk keselamatan bangsa dan negara. Ini saya kira makna dari peresmian jembatan-jembatan tersebut. Saya terusang saja tidak mengharapkan penyelesaian begitu banyak jembatan dalam waktu yang begitu singkat. Saya bangga dengan prestasi semua petugas dari Satgas Jembatan di mana pun engkau berada. Saya minta ketua Satgas untuk mengajukan kepada saya semua petugas dari semua unsur yang telah
menyumbang tenaga pikiran usahanya untuk menyelesaikan tugas yang besar ini. Saudara-saudara, mungkin ada orang yang memandang jembatan gantung yang mungkin menyemberangi beberapa belas meter atau beberapa puluh meter. Sesuatu yang tidak strategis. Ada pihak-pihak yang ingin membangun monumen-monumen besar, membangun pencakar langit. membangun gedung-gedung mewah. Tidak. Pemerintah yang saya pimpin bangga bahwa kita menjawab kesulitan rakyat kita yang paling kecil, rakyat kita yang paling jauh, rakyat kita yang paling terpencil.
Saudara-saudara sekalian, terima kasih. Jerih payah, Saudara-saudara. Terima kasih. Kerja keras, Saudara-saudara. Sekarang saya tidur lebih lega karena anak-anak di desa-desa terpencil tidak perlu lagi menyeberangi sungai dengan keadaan bahaya terhadap keselamatannya. Anak-anak kita di tempat-tempat terpencil tidak perlu lagi duduk di kelas dengan pakaian basah, pulang dari sekolah dengan pakaian basah. Saudara-saudara sekalian, inilah artinya bahwa sesungguhnya jembatan gantung di darah terpencil yang
hanya sekian meter lebarnya dan hanya sekian meter panjangnya. Sesungguhnya jembatan itu adalah strategis bagi pemerintah yang saya pimpin. Bahwa kepentingan rakyat adalah yang paling kita utamakan. Saudara-saudara sekalian, Kepala Staf Pangatan Darat, para panglima, para komandan Korem, para komandan Kodim, para komandan Koramil, para Babinsa, para komandan-komandan brigade, para komandan-komandan batalyon. Sampaikan terima kasih saya sebagai presidenmu, sebagai panglima tertinggimu. Terima kasih saya
rasa bangga saya rasa hormat saya bahwa saya memimpin tentara yang demikian cintanya kepada rakyatnya, yang demikian semangat, demikian berani berkorban segalanya untuk kepentingan bangsa dan rakyat yang kita cintai. Saudara-saudara sekalian, kita berada dalam keadaan dunia. Sekali lagi saya katakan, saya sudah melihat dan saya sudah mempelajari angka-angka data-data kekayaan kita. Setiap hari kita akan keluar lebih kuat. Kita akan keluar dari krisis ini dalam keadaan yang lebih kuat dan lebih makmur,
lebih produktif, lebih mampu berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita sangat bersyukur atas karunia yang diberikan yang maha kuasa kepada kita, Saudara sekalian, yang bertahun-tahun saya perjuangkan. Swasada pangan dalam keadaan perang di mana-mana dalam sembada beras di mana beras adalah makanan pokok kita. Tapi kita juga sebentar lagi akan mencapai kemampuan kita memenuhi kebutuhan protein kita. apapun terjadi di mana bangsa-bangsa lain banyak akan mengalami kesulitan, minimal kita aman. masalah pangan, masalah BBM
juga bertahun-tahun saya berjuangkan swasta pada energi dan kita memiliki karunia besar dari yang maha kuasa bahwa kita nanti mampu kebutuhan BBM kita dari bukan dari impor luar negeri bahkan dari tanaman-tanaman kita, dari kelapa sawit, dari singkong sampaikan ke seluruh tahun depan. Hampir semua kebutuhan jembatan di semua daerah-daerah kita bisa kita selesaikan. Terutama yang menyangkut kebutuhan rakyat kita di desa-desa yang terpencil. Artinya saudara telah berbuat yang sangat besar terhadap keadaan dan kebaikan bangsa
Indonesia. Itu lagi itu saja dari saya. Terima kasih pemerintah daerah yang telah juga membantu. Terima kasih atas kerja sama semua lembaga, semua pihak. Ini yang kita harus buktikan terus. Bersatu kita kuat. Bersatu kita akan menghadapi semua kesulitan. Kita akan keluar dari semua krisis. Saya percaya dan saya yakin kita keluar dari semua krisis dalam keadaan lebih baik, lebih kuat. Terima kasih. Selamat bekerja, selamat berjuang. Teruskan pengabdianmu yang luar biasa ini. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita sekalian. Shalom. Salve. Om santi santi santi om. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Rahayu.
Komentar