Beranda / Nasional / Kejadian Bantargebang! Gunungan Sampah Longsor, 6 Meninggal – Ucapan Prabowo Terbukti

Kejadian Bantargebang! Gunungan Sampah Longsor, 6 Meninggal – Ucapan Prabowo Terbukti

Tragedi besar terjadi di TPST Bantar Gebang, Bekasi. Gunungan sampah raksasa longsor dan menewaskan enam orang, sementara satu korban masih dalam pencarian. Peristiwa ini menjadi bukti bahwa peringatan Presiden Prabowo Subianto tentang bahaya gunungan sampah ternyata bukan sekadar peringatan biasa. Longsor terjadi pada Minggu 8 Maret 2026 sekitar pukul 14.30 Waktu Indonesia Barat. Saat itu sejumlah truk sedang mengantre untuk membuang sampah. Tiba-tiba gunungan sampah yang sangat besar ambruk dan menimbun para sopir

truk di lokasi. Menurut anggota rescue Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Eko Uban, longsor dipicu kondisi sampah yang basah akibat hujan deras beberapa hari sebelumnya. Hingga Seni malam tercatat 13 orang menjadi korban, enam orang meninggal dunia, enam orang selamat, satu orang masih dalam pencarian. Tim SAR menemukan korban di kedalaman sekitar 10 m dari permukaan timbunan sampah. Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Polri Keramat Jati untuk proses identifikasi. Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto

sudah memperingatkan bahaya gunungan sampah Bantar Gebang. Dalam sidang kabinet pada 20 Oktober 2025, Prabowo menyebut sampah di Bantar Gebang sudah mencapai sekitar 55 juta ton. Ia bahkan mengingatkan bahwa hujan deras dapat memicu longsor yang membahayakan warga sekitar. Kini peringatan tersebut terbukti menjadi kenyataan tragis. TPST Bantar Gebang saat ini menerima sekitar 7.354 ton sampah setiap hari dari Jakarta. Angka ini meningkat drastis dibandingkan 5.653 ton per hari pada 2014. Kapasitas

awal hanya 2.200 ton per hari pada 1980-an. Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto menyebut kondisi Bantar Gebang sudah sangat kritis. Menurut kajian ITB tahun 2025, daya tampung lokasi ini akan segera habis jika masih menggunakan metode penimbunan konvensional. Untuk mengurangi beban bantar Gebang, pemerintah menyiapkan beberapa solusi. Pembangunan 34 PLTSA, pembangkit listrik tenaga sampah, fasilitas RDF Rorotan di Jakarta Utara, program TPS3R di berbagai wilayah. RDF Rorotan sendiri mampu mengolah

hingga 2.500 ton sampah per hari, menghasilkan bahan bakar alternatif dari sampah. Namun, hingga kini masih ada sekitar 3.500 ton sampah per hari yang tetap harus ditimbun di Bantar Gebang. Tragedi longsor sampah Bantar Gebang menjadi alarm keras bagi pengelolaan sampah di Indonesia. Gunungan sampah yang terus bertambah bukan hanya masalah kebersihan, tetapi juga ancaman keselamatan bagi manusia dan lingkungan. Pertanyaannya sekarang, apakah pemerintah mampu menemukan solusi sebelum tragedi serupa kembali terjadi?

Ini Dia Idul Fitri 1447 Hijriah di Indonesia Jatuh Sabtu Mendatang

Download aplikasi kontan sekarang di App Store atau Play Store. Keputusan bisnis terbaik datang dari data, bukan tebakan. Mudah berlangganan bisnis insight dengan subscribe with Google.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *