Beranda / Nasional / Rosan Roeslani: Danantara Indonesia Menjadi Mesin Tumbuhnya Keuangan Indonesia

Rosan Roeslani: Danantara Indonesia Menjadi Mesin Tumbuhnya Keuangan Indonesia

Lembaga investasi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat peran Indonesia di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global. CEO Danantara Indonesia, Rosan Roslani menyebut 1 tahun berdirinya Danantara memiliki makna strategis bagi perekonomian nasional. Lembaga investasi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat peran Indonesia di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global. Menurut Rosan, pembentukan danantara oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah

strategis agar Indonesia memiliki kekuatan ekonomi yang lebih besar dan mampu berperan aktif dalam perekonomian global. Dan antara juga diharapkan menjadi salah satu engine of growth untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8%. sekaligus mendorong pemerataan manfaat pembangunan bagi seluruh lapisan masyarakat. Rosan menekankan kehadiran Danantara harus memberi dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, BPI dan Antara berkomitmen menjalankan tata kelola yang baik dengan standar transparansi, akuntabilitas, dan

integrasi tinggi. Apalagi di saat-saat sekarang, di saat di mana tensi politik, geopolitik, geoekonomi sangat tinggi. Kalau tidak ada danantara, kita biasanya hanya menerima pada saat yang tenang. Karena kita tidak punya kekuatan sendiri. Itu kita terima hanya sedikit. Kita tidak bisa menjadi bagian aktif dalam perekonomian di dunia, perekonomian bahkan perekonomian di dalam negeri kita sendiri. Tetapi dengan ad dan antara kita bisa berperan aktif. Kita bisa membuktikan bahwa kita mempunyaai kekuatan. kita bisa

membuktikan bahwa kita adalah negara yang besar yang mempunyai kekuatan yang akan kita bangun tentunya bersama-sama dengan kekuatan yang ada di Indonesia ini dan kita pun terbuka untuk mereka apabila mereka ingin bersama-sama membangun bersama dengan kita. Terima kasih. Anda masih bersama kami dalam ID Expersation Closing pemirsa. Pertambangan milik Konglomerat Prayogo Pangestu PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk atau Cuan resmi mengakhiri periode pembelian kembali saham atau share buyback lebih awal dari jadwal semula.

Langkah ini diambil setelah manajemen menilai kondisi pasar modal dan harga saham perseroan saat ini sudah kembali stabil. PT Petrindo Jaya Kreasi mengumumkan penghentian proses buyback saham pada 11 Maret 2026 atau sekitar 2 bulan lebih cepat dari rencana awal yakni 3 Mei mendatang. Sekretaris perusahaan Petrindo Robertus Mailandia Haya menyebutkan percepatan ini dilakukan karena harga san perseroan dinilai telah relatif stabil. Aksi korporasi yang awalnya direncanakan berjalan selama 3 bulan sejak Februari lalu ini dilakukan

Ini Dia Idul Fitri 1447 Hijriah di Indonesia Jatuh Sabtu Mendatang

tanpa melalui RUP sesuai peraturan OJK terkait kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan. Meskipun tidak merinci total dana yang dihabiskan dari alokasi maksimal Rp750 miliar. Laporan registrasi efek per akhir Februari menunjukkan adanya penambahan saham Tresory sebanyak 10,2 juta saham. Dengan demikian, total saham hasil buyback perseroan kini mencapai 14,38 juta saham atau setara 0,0128% dari total saham yang beredar. Dalam pelaksanaannya, perseruan menunjuk BNI Sekuritas sebagai perantara perdagangan

selama periode tersebut. Merespon berakhirnya masa buyback, saham cuan terpantau menguat 2,35% ke level 135 pada penutupan perdagangan Rabu sore. Saat ini Prayogo Pangestu masih tercatat sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan mayoritas sebesar 84,1%. Sementara porsi masyarakat berada di angka 15,9%. Meski sempat terkorsi 20% dalam sebulan terakhir, kapitalisasi pasar emiten ini masih terjaga di angka 146,7 triliun. Berbagai sumber IDX Channel. Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk menyiapkan strategi bisnis untuk tahun

2026 dengan mencermati kondisi daya beli masyarakat dan pergerakan nilai tukar rupiah. Salah satu langkah yang dilirik adalah memperluas penjualan melalui pasar ekspor. PTKB Farma menyiapkan sejumlah strategi bisnis untuk mendorong pertumbuhan kinerja pada 2026. Perusahaan akan memperkuat seluruh lini usaha mulai dari obat resep produk konsumen nutrisi hingga distribusi dan logistik. Manajemen Kalbe Farma menilai kondisi daya beli masyarakat masih menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati dalam

menjalankan strategi bisnis terutama untuk produk farmasi dan konsumsi kesehatan di pasar domestik. Pergerakan nilai tukar rupiah juga menjadi perhatian perusahaan mengingat sebagian bahan baku industri farmasi masih bergantung pada impor. Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan, Kabarma juga melirik peluang ekspansi penjualan ke pasar ekspor untuk meningkatkan kinerja bisnis. Perluasan pasar ekspor dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk mendiversifikasi sumber pendapatan sekaligus mengurangi ketergantungan

terhadap pasar domestik. Dengan berbagai strategi tersebut, Kalbe Farma menargetkan dapat menjaga momentum pertumbuhan dan memperkuat posisinya di industri farmasi nasional. Perusahaan optimistis, strategi penguatan bisnis dan perluasan pasar akan mendukung kinerja perusahaan di tengah dinamika ekonomi dan industri kesehatan. Berbagai sumber IDX Channel. Emit baja PT Gunung Raja Paksi ITbk atau GGRP memasang target kinerja yang konservatif pada tahun 2026. Langkah ini diambil seiring kondisi industri baja

Aktivis Diserang! Kapolri, Menteri HAM Pas Anies Baswedan Buka Suara

yang masih menghadapi berbagai tantangan global dan domestik. PT Gunung Rajapaksi Tbk menilai industri baja pada 2026 masih dihadapkan pada berbagai tantangan termasuk volatilitas harga baja global dan tekanan impor di pasar domestik. Menghadapi kondisi tersebut, manajemen perseroan memilih memasang target kinerja secara konservatif pada tahun ini untuk menjaga stabilitas bisnis. Perusahaan berfokus menjaga stabilitas volume penjualan dan mempertahankan pangsa pasar di dalam negeri sambil mencermati perkembangan permintaan baja

di pasar domestik. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah masuknya produk baja impor ke pasar Indonesia yang dinilai masih memberikan tekanan terhadap industri baja nasional. Untuk meningkatkan daya saing, Perseroan terus memperkuat bisnis inti melalui pengembangan produk baja bernilai tambah dan strategi hilirisasi industri. Perusahaan juga menilai pertumbuhan kinerja dapat meningkat apabila permintaan baja di pasar domestik mulai membaik. Seiring pertumbuhan sektor konstruksi dan infrastruktur, dengan

pendekatan target yang lebih konservatif, perseoran berupaya menjaga stabilitas operasi dan kinerja perusahaan di tengah dinamika industri baja global. Berbagai sumber IDX Channel. Emitan energi PT Medco Energi International Tbk memperoleh fasilitas kredit dari HSBC cabang Singapura senilai 100 juta Do Amerika Serikat. Nilai pinjaman tersebut setara sekitar Rp1,68 triliun dan akan digunakan untuk kebutuhan umum perusahaan. PT Metko Energi Internasional Tbk menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dengan The Hong Kong and

Shanghai Banking Corporation Limited cabang Singapura. Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 10 Maret 2026. Nilai pokok pinjaman dalam fasilitas tersebut mencapai 100 juta dolar Amerika yang setara dengan Rp1,68 triliun berdasarkan perkiraan nilai tukar saat ini, fasilitas kredit tersebut memiliki jangka waktu atau tenor selama 60 bulan terhitung sejak tanggal penandatanganan perjanjian pinjaman. Dana pinjaman akan digunakan untuk kepentingan umum perusahaan, termasuk mendukung operasi perusahaan dan kebutuhan bisnis

perseroan serta entitas anak. Fasilitas kredit ini diberikan kepada perseroan atau entitas anaknya yaitu Metco Energi Global PTI LTD dengan perseroan bertindak sebagai penerima pinjaman sekaligus pemberi jaminan. Perusahaan menyampaikan informasi pinjaman ini sebagai bagian dari kewajiban keterbukaan informasi kepada otoritas jasa keuangan sesuai dengan ketentuan regulasi pasar modal yang berlaku. Manajemen menyebut perolehan fasilitas pinjaman tersebut tidak memberikan dampak khusus terhadap kegiatan

Kapolri Menerima Ucap Presiden Prabowo Usutan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis

operasional maupun kondisi keuangan perusahaan, namun menjadi bagian dari strategi menjaga fleksibilitas keuangan perseroan. Berbagai sumber IDX Channel.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *