Beranda / Berita Utama / Tidak Benar Bupati Cilacap Palak Dan Ancam Kepala Dinas: Kasih Setoran THR atau Jabatan Turunkan

Tidak Benar Bupati Cilacap Palak Dan Ancam Kepala Dinas: Kasih Setoran THR atau Jabatan Turunkan

di satu poin ya terkait dengan penerimaan tahun 2025. Monggo Pak Deputi. Terima kasih Mas Wahyu, Mbah Felisa, dan Mas Yudi. Mas Wahyu itu ee pertanyaannya terkait dengan permintaan TR ini apakah ada ancaman, pemalakan dan lain-lain. Betul. Makanya kami menggunakan pasal 12E itu terkait dengan pemerasan ya. Jadi ee para ee kepala ee dinas ini, P SKPD ini ee diminta gitu ya, diminta untuk mengumpulkan sejumlah uang. Tadi juga ditanyakan oleh ee Mbak Tasya kayaknya ya atau siapa tadi? Apakah ada ancaman

dan lain-lain gitu atau Mas Mas ini ya, Mas Noval ya. Jadi ada ancamannya juga gitu seperti itu sehingga ee menjadi keberat beberapa keberatan terhadap permintaan itu. Dan kemudian juga untuk yang tahun ini ada bargaining-nya. Tadi kan disebutkan ada kalau awalnya dimintanya 75 sampai dengan 100. Tapi kemudian ee yang mungkin tidak memiliki ee sejumlah itu, uang sejumlah itu ya di ee tawar-menawarlah, dipergandingkan seperti itu. Kemudian terhadap 27 orang itu kenapa diperiksanya di ee Banyumas

tidak di Cilacap? Nah, seperti tadi disampaikan oleh Mas Mario eh kami menghindari terjadinya conflict of interest. ya. Kenapa? Karena dari hasil pemeriksaan yang kita ee informasi yang kita kumpulkan dari pemeriksaan saksi-saksi pada saat itu ya calon saksi pada saat itu diperoleh informasi bahwa uang tersebut bahkan sudah di goodbag ya itu untuk Porkopimda. Salah satu Porkopimda itu adalah Polres gitu ya. Kores di situ. Makanya tidak dilakukan pemeriksaannya di Polres Cilacap untuk menghindari ee

tadi konflik interest ini kita pindah ke Banyumas. Bisa di ini ya, Mas Wahyu dia. Oke, Mbak Felisa. Kemudian ee ini per goodiebag-nya berapa gitu ya? Pergib bagnya itu antara 100 sampai 50 ya. Tidak. ada yang 100, ada yang ee 50 gitu ya. Jadi masing-masing ee porkopimda itu berbeda. Nah ee 150 ada yang 20, ada yang 20 ya. Ada juga yang 20 tadi itu ada enam ya en goodbag kalau salah en goodbag. ada yang 100, 100, 50, 50, ada yang ee 20. Kemudian asal-usul uang dari informasi yang ee kami terima dari para ee kepala SKPD itu

bahwa ada yang kemudian ee meminjam ya meminjam uang itu ya tadi meminjam itu tentunya juga ujung-ujungnya adalah ee nanti ada ijon gituah. Betul. ijon proyek di tempatnya gitu. Sehingga ee peminjaman itu nanti akan dibayar dengan proyek-proyek yang akan dilaksanakan di tahun 2026. Makanya pemberian THR atau pengumpulan uang THR ini tidak hanya sekedar kita melihat bupati meminta sejumlah uang kepada kepala ee dinas untuk dibagikan THR-nya ke eksternal saja. Tidak hanya sampai di situ, sebetulnya ada kerugian yang akan

Rame Sekali Antrean Halalbihalal di Istana Presiden Ri

ditanggung oleh masyarakat di Cilacap karena uang yang dikumpulkan itu berdasar ee berasal dari Ijon tadi. Tentunya kan kepala kepala SKPD ini mengeluarkan uang 175 atau R00 juta itu ya dari mana? Gajinya aja enggak bakalan nyampai segitu. Gaji selaku kepala dinasnya tidak nyampai R juta gitu. Akhirnya mereka ya ijon proyek-proyek. Nah, nanti pada saat proyeknya tentu kalau sudah diijon seperti itu kualitas dari proyek yang dikerjakan itu akan menurun. Itu seperti ini karena ya sebagian sudah digunakan untuk atau

sudah diambil untuk keperluan-keperluan seperti ini kan. Nah, yang dirugikan siapa? Masyarakat pada akhirnya. Karena fasilitas umum yang dibuat itu tentunya tidak akan sesuai kualitasnya gitu. Layanan misalkan kalau sekarang dimintanya ke ee PUPR ya, sarana jalan, jembatan dan lain-lain, bangunan-bangunan fisik itu akan terdampak. Kalau diminta ke Dinas Kesehatan, layanan kesehatan dan lain-lain obat dan lain-lain, masyarakat tidak akan mendapat layanan kesehatan yang ee semestinya. Kalau yang diminta

ke Dinas Pendidikan, tentu sekolah-sekolah, bangku-bangku untuk anak-anak sekolah itu tidak akan perawatannya tidak akan maksimal. Kenapa? Karena sudah diambil uangnya seperti itu. Jadi dampak ikutannya ini menjadi lebih besar gitu ya. Itu tidak hanya kita memandang ini diambil hanya misalkan untuk THR seperti itu enggak enggak ke sana. Nah, juga terkait dengan apa yang disampaikan oleh Mbatasia mau ngapain gitu ke depannya ya karena bandel ya tentu obat terakhir adalah dengan penindakan. Sekarang mungkin masih ada beberapa hari

ke depan ini hari ke-20 5 ya Ramadan ya berarti ada sekitar 5 hari ke depan. Jangan berpikir bahwa kami karena lebaran terus kami mau mudik pulang gitu ya dan membiarkan terjadinya tindak pindah korupsi direntang waktu ke depan ini. Tidak. kami akan tetap hadir untuk melakukan penindakan apabila ee masih bandel melakukan tindak dan korupsi seperti itu. Jadi, jangan pikir wah mungkin nanti penyidik-penyidiknya pada mudik gitu ya seperti itu. Tidak. Karena rekan saya juga terinspirasi sama rekan-rekan jurnalis yang tetap semangat

ya ya enggak ada liburnya gitu tetap semangat hari libur pun hari Sabtu tetap ee hadir di sini. doang. Iya begitu.

Ketika Presiden Prabowo Sapa dan Salami Masyarakat Satu per Satu saat Open House Istana, Temani Didit

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *