Selat Hormus yang jadi jalur utama pelayaran bagi kapal pengangkut minyak ditutup sebagai respons atas konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Saat ini perang sudah masuk hari ke-14. Nah, Amerika mengancam akan membuka Selat Hormus untuk mengawal kapal-kapal tanker dan membuka kembali jalur pelayaran. Apakah respons Amerika ini nyata atau ancaman? Saya akan diskusikan ini lewat sambungan dalam jaringan bersama Ririn Tri Nurhayati, dosen sekaligus kepala departemen Hubungan Internasional dari
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Bu Ririn, selamat malam dengan Tifal di sini. Selamat malam, Pak Masal. Terima kasih sudah bergabung bersama kami. Ee atas niat Amerika buat membuka paksa jalur atau Selat Hormus ini yang ditutup oleh Iran bakal kejadian enggak nih, Bu, menurut Anda? Terima kasih, Pak. IAL eh ini saya kira merupakan ee respon dari Amerika Serikat ya melihat kekhawatiran ee dengan ditutupnya Selat Hormus yang kemudian dikendalikan oleh Iran. Ini menunjukkan kepada dunia bahwa Iran memiliki
kekuatan yang lebih dalam ee situas dalam posisi em perang Iran tersebut. sehingga kemudian ee Amerika Serikat akan meng-counter em wacana tersebut dengan kemudian menyampaikan bahwa Iran akan ee Amerika Serikat akan segera mengirim em pasukan ke sana sehingga akan membuka Selat HOR karena sudah ada banyak kekhawatiran ketika kemudian ada banyak apa em harga minyak dunia meningkat ee sehingga ini akan sangat memberikan dampak yang ee signifikan ke perekonomian internasional sehingga saya kira ee Amerika Serikat berkeinginan
untuk bisa mengambil kendali atas Hormus. Tetapi apakah ini memungkinkan atau tidak? Kita perlu melihat ee perkembangan ee dalam hari-hari ini juga ya, Mas. Saya sendiri belum bisa melihat ini apakah memungkinkan atau tidak melihat situasi di mana em Iran masih e menguasai karena memang mereka yang memiliki em salat tersebut. Sedangkan kemudian Amerika Serikat saat ini sedang mengajak negara-negara sekutunya untuk ee perlahan-lahan juga mendukung ee posisi Amerika Serikat e atas e Selat Hormus ini.
Dan Anda membaca bahwa negara-negara sekutunya Amerika Serikat ini akan mendukung sepenuhnya atau tidak. Karena begini, yang dibayangkan bahwa kalau nanti kejadian tuh, Bu, upaya paksa Amerika Serikat membuka Selat Hormus itu akan ada kemungkinan bahwa perang akan terkonsentrasi di situ, maka kerugiannya bisa jadi akan lebih besar. Terlebih untuk aspek ekonominya. Kita paham di situ jalur perdagangan untuk jalur minyak semuanya utama ada di situ. Kalau kemudian terkonsentrasi, apakah negara-negara sekutu juga akan mendukung
langkah AS untuk membuka paksa itu atau maka kebalikannya nih? Ya, kalau saya melihatnya sebaiknya mereka lebih pada yang saya ee saya baca di pernyataan misalnya dari Perancis kemudian ee Inggris dan Australia mereka lebih pada akan membantu ya membantu dalam arti defensif tetapi bukan untuk offensif. Saya kira mereka juga sangat berhati-hati melihat betapa ee strategisnya em posisi e Selat Hormus ini. Karena kemudian kalau seperti tadi yang Anda ee yang Mas Dival sampaikan bahwa kalau ini kemudian malah perangnya
terkonsentrasi di sana justru akan merugikan banyak pihak dan ini tidak diinginkan oleh semua pihak saya kira. H dan ee tadi saudara kami sempat tayangkan juga pernyataan Donald Trump yang bilang bahwa pasukan tentara Iran telah habis. Kalau kemudian upaya paksa ini dilaksanakan, sesungguhnya sistem pertahanan kedua belah pihak ini masih imbang atau ya seperti klaimnya Trump bahwa Iran posisinya juga sudah melemah atau malah kebalikan ya, Bu? Baik. Em saya kira melihat posisi e yang disampaikan oleh Donald Trump mungkin
dia ingin menyampaikannya itu kepada audiens-nya ee Amerika Serikat lebih lebih ke sana ya atau dia sedang ingin menyampaikan emm CW begitu ya, psyologi eh psychologic war untuk kemudian ia ingin menyampaikan bahwa saat ini merekalah yang sedang atau mulai untuk mengambil alih ke apa posisi begitu. Tetapi yang saya lihat sebenar sebaliknya bahwa Iran sendiri masih memiliki kekuatan yang ditunjukkan dengan dia masih bisa memberikan serangan-serangan ke ee Israel kemudian juga ke beberapa ee military base-nya Amerika Serikat.
sehingga klaim itu saya kira menurut saya hanya klaim dari Amerika Serikat untuk menunjukkan bahwa em dia mulai unggul dan kemudian em dia bisa mengklaim bahwa Amerika Serikat lebih unggul dibandingkan Iran yang em selama ini menurut dia ee dalam posisi Amerika Serikat menjadi pengganggu ee apa keterriban keamanan di Timur Tengah. Padahal justru sebaliknya realita yang terjadi dengan ee Iran ee diserang oleh Israel dan Amerika Serikat justru posisinya adalah yang mengganggu atau mengancam perdamilan keamanan di Timur
Tengah adalah ee Israel dan Amerika Serikat. Atau jangan-jangan Bu sori saya potong eh atau jangan-jangan ini ada keinginan juga dari negara Teluk bahwa jalur Selat Hormus ini jangan ditutup dulu sehingga harapannya AS bisa membuka itu membuka itu jalur apapun caranya terutama dengan cara paksa itu tadi. Adakah ee Anda membaca bahwa negara teluk keinginannya untuk ngarah ke sana? Tentu negara teluk ingin menginginkan agar selat hormus itu tetap terbuka. Karena di situ juga artinya kalau ee serat hormus tatap muka mereka tetap
bisa menyalurkan ee minyak untuk perdagangan internasionalnya dan ini tentu akan memberikan ee manfaat ekonomi kepada mereka sehingga kemudian em posisi tenegara negara teluk tentu akan menginginkan bahwa eeat hormus bisa terbuka. Tetapi kemudian yang lebih penting dari ee dari sini menurut saya adalah bagaimana caranya. Menurut em saya ee tentu mengharapkan bahwa caranya adalah tidak dengan kekerasan yang terus meningkat, tetapi kemudian dengan ee dialog ee ataupun ee negosiasi di antara pihak-pihak yang berseter
h ee ada enggak kemungkinan pihak lain ikut terlibat di sini? Saya sebut saja, ada kemungkinankah Rusia dan Tiongkok untuk terlibat di sini, Bu, untuk memastikan ya penutupan hormus ini tidak berkepanjangan karena kan efeknya global juga kan, Bu? Iya. Ee betul bahwa kemudian ada kemungkinan ee pihak-pihak lain ee ikut ee ber ikut campur tangan lah ibaratnya ikut terlibat di situ. Tangan. Betul. Tetapi kemudian kalau kita lihat sebenarnya ee mungkin ee Cina belum belum terlalu urgen untuk masuk ke situasi ini ee
karena sebenarnya dari sisi pasok ee minyak ee Cina tidak terlalu tergantung kepada emm Timur Tengah begitu. Sebaliknya em Rusia justru kemudian em akan sedikit banyak akan melihat bahwa em dengan Selat Hormus agak terkendala kemudian justru dia mendapatkan ee peluang untuk kemudian barangkali ini berharap kemudian Amerika Serikat akan sedikit membuka embargonya atau sanksinya terhadap minyak ee Rusia sehingga kemudian Rusia bisa mengekspor minyaknya ke Eropa yang selama ini juga menjadi salah satu sumber minyak Eropa. sehingga
ini em menurut saya juga dua ee masih dilematis ya situasi ini. Tentu kemudian bahwa mereka ee tidak ingin syarat hormus ditutup terlalu lama karena tentu mengganggu em akses em perdagangan minyak dari e. Baik Bu Ririm, terima kasih banyak Bu sudah berbagi pandangan bersama kami dan diskusi malam hari ini. Sehat selalu ya Bu. Selamat malam. Yeah.
Komentar