Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Ciptomangun Kusumo membeberkan kondisi terkini aktivis Andri Yunus setelah menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di Jakarta Pusat. Andri saat ini masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar serius serta mengalami kerusakan pada indra penglihatannya. Manajer hukum dan humas RSCM Yogaara menjelaskan bahwa Andre tiba di instalansi gawat darurat pada Jumat 13 Maret dini hari sekitar pukul 00 WIB. Pemeriksaan awal menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam
pada tubuh korban. Hasil pemeriksaan medis mengungkapkan Andri mengalami luka bakar sekitar 20% yang tersebar di wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan. Kerusakan paling parah terjadi pada mata kanan yang mengalami trauma kimia tingkat tiga pada fase akut sehingga menyebabkan penurunan tajam kemampuan penglihatan dan kerusakan permukaan kornea. Yoga menambahkan bahwa sebagai penanganan awal, tim medis melakukan irigasi atau pencucian pada area yang terpapar untuk menurunkan efek zat kimia. Selain itu, pasien juga
menjalani pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan serta transpalantasi membran amnion untuk melindungi perbukaan mata. Saat ini kondisi umum Andre dilaporkan stabil dan tidak mengancam jiwa. Ia dirawat di ruang high care unit, luka bakar, dengan pengawasan tim medis multidisiplin, termasuk dokter spesialis mata dan bedah plastik rekonstruksi.
Komentar