Jurnalis Berita 1 sudah ada Alvida Febriada dan juru kamera Indra Brahmantio langsung dari kantor Kemenak Jakarta juga sudah bergabung bersama dengan kami untuk memberikan informasi dari titik pemantauan Hilal ada rekan Iks Ali dan Andre Tito. Kita akan ke Alvida terlebih dahulu. Alvida selamat sore. Untuk sore hari ini tentunya masih belum dimulai begitu ya. seperti apa kemudian persiapan menjelang sidang isbat dan tepatnya nanti akan dimulai pada pukul berapa, Alfida? Selamat sore, Anisa dan juga pemirsa.
Memang benar. Pada hari ini Kementerian Agama bergelar persiapan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah yang akan menjadi e penetapan sebagai hari lebaran Idul Fitri 2026. Adapun nantinya konferensi pers penetapan atau pekubuan hasil penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah ini akan diumumkan sekitar pukul 19.25 25 waktu Indonesia Barat nanti. Dan sebelum penghubungan tersebut tentunya Kementerian Agama juga menggelar serangkaian persiapan. Di antaranya kalau kami pantau hingga saat ini persiapan memang sudah mencapai 100%
mulai dari venue yang nantinya akan menjadi lokasi dari penetapan sidang isbat walaupun capai dengan ee feju yang ada di belakang saya saat ini. merupakan ee lokasi yang nantinya akan menjadi tempat pengumuman dari penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah yang tadi juga kami memantau ada kunjungan secara langsung dari Menteri Agapan Nasaruddin Ubar yang bekecek secara langsung kondisi persiapan ee VU untuk nantinya pelaksanaan sidang isbat 14 ee 1 Syawal 1447 Hijriah. Dan ee pada penghub nantinya ini juga memang di sebelum
penghubungan tersebut ada juga rangkaian tahapan-tahapan yang dilakukan oleh Kementerian Agama sebelum nantinya menetapkan hasil penetapan 1 Syawal tersebut. Di antaranya ada tiga rangkaian yang akan dilakukan. Yang pertama ini merupakan rangkaian sepidar posisi hilal yang mana akan dilakukan sekitar pukul 16.30 waktu di Indonesia Barat. Kurang lebih 1 jam lagi kita akan menyaksikan ee natijah pelaksanaan seminar posisi hilal yang mana pada kegiatan ini nantinya akan dilakukan analisis pengenai ee sudah terlihat atau
belum hilal pada hari ini. Kemudian berdasarkan dengan ijtima ketinggian hilal dan juga elokasi bulan. Dan setelahnya nanti setelah pelaksanaan seminidar tersebut juga akan dilakukan pelaksanaan sidang isbat yang akan dimulai sekitar pukul 18.45 45 waktu Indonesia Barat atau setelah salat magrib berjamaah. Begitu nantinya ee dalam pelaksanaan sidang istibat tersebut akan didengarkan mengenai ee rukiyatul hilal atau posisi hilal dari 117 titik pantauan yang ada di seluruh Indonesia mulai dari Aceh sampai dengan
Papua yang mana nantinya dari ee keputusan-keputusan hasil seminar dan juga pantauan hilal tersebut akan dimusyawarahkan oleh sejumlah pihak terkait untuk ditetapkan. Kemudian penghubungan dari penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah atau hari raya Lebaran Idul Fitri 2026. Anisa kembali ke Anda. Baik, sebagaimana yang disampaikan oleh Alvida begitu ya, bahwa ini pun akan dilaks diselenggarakan pemantauan hilal dari 117 titik dari Aceh sampai dengan Papua. Dan salah satunya adalah di lokasi titik rekan kami melaporkan yakni
Ihsan Ali yang berada di Masjid Hasyim Asyari Jakarta. Kita akan bergeser ke Iksyan Alvida. Kalau begitu ditahan dulu. Kita akan memantau di Masjid Hasyim Asyari. Ihsan Ali, selamat sore. Anda sudah berada di Masjid Hasyim Asyari saat ini seperti apa kondisinya maupun juga persiapan untuk pemantauan hilal. Apakah sudah dimulai ataukah ada waktu-waktu tertentu begitu untuk bisa memantau Hilal dari 1 Syawal 2026 ataupun 1447 Hijriah? Isa dan pemirsa Berita 1 memang Kementerian Agama ini menggelar pemantauan hilal di 117 titik
lokasi di seluruh Indonesia khusus di Provinsi DKI Jakarta ini digelar di lima titik. Salah satunya di tempat saya melaporkan di Masjid Raya K. H. Hasyim Asy’ari di kawasan Durikos Sambambi, Jakarta Barat. Dan pemantauan hilal sejatinya memang telah dimulai sejak pukul 12.00 siang untuk ee dilakukan koordinasi yang mana khusus titik di Masjid Raya K. H. Hasyim Asy’ari Jakarta Barat ini dilakukan pemantauan hil hilal melalui Lembaga Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama wilayah DKI Jakarta sejak pukul 12.00 siang. Namun
sebelum pemantauan hilal dari tim ee lembaga falakiyah PWNU ee Jakarta yakni menggelar halaqah Falakiyah yang sampai saat ini juga masih terus berlangsung. Halaqoh falaqiah sendiri merupakan forum diskusi atau forum kajian utamanya mendiskusikan kriteria visibilitas hilal atau imkanur rukyat untuk menentukan awal Syawal atau 1 Syawal 1447 Hijriah yang mana nantinya akan berlangsung hingga pukul 18.00 waktu Indonesia bagian barat. Dan dari tim Falakiyah Nahdatul Ulama DKI Jakarta juga telah menyampaikan berdasarkan
hasil perhitungannya konjungsi akhir bulan Ramadan 1447 Hijriah terjadi pada hari Kamis Kliwon 19 Maret 2026 tepatnya pada pukul 823 waktu Indonesia bagian barat dengan tinggi hilal antara 0,9 hingga 3,1 derajat dengan sudut elongasi antara 4,5 hingga 6,1 derajat yang ee mana ini mengakibatkan kondisi yang seperti ini belum memenuhi kriteria Mabims atau Menteri Agama ee Buruan Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Dan memang masih terus ee dilakukan dari kajian atau halaqoh falakiyah dari tim
internal dari Lembaga Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama itu sendiri. Dan memang ee pada hari ini menjadi titik krusial 19 Maret 2026. Jika hilal ini tidak terlihat satuun di 117 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia, artinya ada kemungkinan Ramadan ini digenapkan atau istikmal menjadi 30 hari sehingga lebaran akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Namun kami masih terus memantau terkait pemantauan hilal dari Masjid Raya K.I Haji Hasyim Asy’ari di Jakarta Barat. Kita akan terus baik kita akan terus
pantau di sana. Iksana Ali tahan dulu. Kita juga akan memantau di titik lainnya seperti Anda sampaikan di Jakarta ada lima dan salah satunya juga akan dilaporkan oleh Andre Tito. Andre Tito, bagaimana untuk pantauan hilal di Yayasan Alhusyinyah begitu yang berlokasi di kawasan Cakung Jakarta Timur ini. Kegiatan ini kan menjadi agenda rutin juga yang sudah berlangsung sejak 1950-an dengan memadukan metode tradisional dan juga teknologi modernnya. Seperti apa Andrew? Baik, rekan Anisa, ee Yayasan Alhusinyah
di Jakarta Timur menggunakan metode tradisional dalam menentukan awal Idul Fitri 1947 Hijriah. Upaya ini dilakukan untuk mendapatkan akurasi penilaian sebagai penanda akhir bulan Ramadan menjelang ee Idul Fitri. Berdasarkan data dari Yayasan Alhusiniyah, pemanfaatkan alat kayu yang menjadi penunjuk arah diarahkan ke posisi matahari saat matahari terbenam ee dilakukan sebelum 16 menit matahari terbenam. Metode tradisional ini mengandalkan perhitungan sebagai acuan untuk menentukan kemunculan hilang
tersebut. Proses ini menentukan ketelitian tinggi serta kondisi langit yang sangat cerah agar posisi matahari dapat diamati secara akunat. Dalam kondisi ini, cuaca tidak mendukung seperti berawan, pengaturan alat dapat mengacu dapat mengacu dalam perhitungan hari sebelumnya. Baik, baik baik. Kalau begitu kita pasti akan memantau sampai dengan jalannya pemantauan Hilal dan juga hasilnya Andrew. Terima kasih atas informasi saat ini. Selamat kembali bertugas. Dan sebelumnya juga sudah ada rekan Ihsan
Ali dan juga Alvida Rizki. Rekan-rekan selamat kembali bertugas ya pemirsa. Kita ke informasi berikutnya terkait dengan pemantauan hilal pemirsa. hari di Kementerian Agama lakukan pemantauan hilal Idul Fitri 1447 Hijriah di 117 titik lokasi di seluruh Indonesia guna menentukan penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rohmat menjelaskan penentuan awal Syawal 1447 Hijriah pemirsa diputuskan oleh Kementerian Agama berdasarkan hasil rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai wilayah di
Indonesia. Penentuan awal Syawal 1447 Hijriah diputuskan Kementerian Agama berdasarkan hasil rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai wilayah Indonesia. Oleh karenanya, Kementerian Agama menggelar pantauan hilal awal Syawal 1447 Hijriah di 117 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Pengamatan ini dilakukan oleh Kanwil Kementerian Agama bersama Kantor Kemendak Kabupaten Kota Pengadilan Agama, Organisasi Kemasyarakatan Islam, serta instansi terkait di daerah. Berikut 117 lokasi pemantauan hilal 1
Syawal 1447 Hijriah di seluruh Indonesia. Partawan hilal di 117 titik lokasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia menjadi bagian penting dalam proses penetuan awal Syawal 1447 Hijriah atau hari raya Idul Fitri. Tim liputan
Komentar