Beranda / Berita Utama / Sidang Isbat Lebaran Ditahun 2026, 1 Syawal 1447 H Siap Pada Sabtu 21 Maret 2026

Sidang Isbat Lebaran Ditahun 2026, 1 Syawal 1447 H Siap Pada Sabtu 21 Maret 2026

untuk Anda, Bapak. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Tidak lama lagi kita akan segera mendengarkan ee pengumuman langsung dari Menteri Agama atas hasil dari Pantauan Hilal yang dikeluarkan dalam sidang isbat penentuan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kami ajak Anda untuk segera bergabung ke kantor Kementerian Agama Republik Indonesia. Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam.

Para pemirsa yang berbahagia, khususnya umat Islam di seluruh Indonesia, serta teman-teman media yang hadir pada kesempatan ini. Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan laporan penyelenggaraan sidang isbat penetapan awal Syawal 1447 Hijriah 2026 Masehi. Yang baru saja kita hadiri lengkap ya, ormas-ormas Islam dan para pejabat yang terkait pada bidangnya ya. Misalnya ee nanti saya akan sebutkan siapa-siapa yang sangat representatif untuk hadir juga pada kesempatan ini. Dalam penentuan awal bulan kemariah,

terutama bulan yang di dalamnya terdapat ibadah dan hari raya besar Islam yang menyangkut hajat hidup orang banyak, negara memfasilitasi dengan menyelenggarakan sidang isbat sebagai bentuk keterlibatan ulil amr atau pemerintah. Sidang isbat ini merupakan sarana musyawarah dan persatuan umat dan juga bentuk ikhtiar agar umat Islam memiliki ruang berdiskusi dalam penentuan kapan mulai melaksanakan ibadah dan berhari raya. Dalam sidang isbat hari ini hadir Ketua Komisi 8 DPR RI, Ketua MUI Majelis Ulama

Indonesia, para pejabat 1 dan 2 Kementerian Agama, para pimpinan ormas Islam atau yang mewakili, para ahli ilmu falak atau astronomi dari perguruan tinggi keagamaan Islam, perwakilani klimatologi geofisika atau BKG, Badan Riset dan inovasi. Nasional BR BOSA ITB Institut Teknologi Bandung, Badan Informasi Geospesial Pig dan Planetar Jakarta serta tentunya juga para anggota tim hisab rukyah Kementerian Agama. Rangkaian sidang ISPAT ini rangkaian sidang isbatari ini diawali dengan seminar yang disiarkan secara

terbuka melalui kanal media sosial Ditj Bimas Islam. Dalam seminar tersebut kita telah menyimak paparan tentang prinsip dan metode penentuan awal bulan kemaria disertai diskusi panal bersama narasumber yang membahas hisab rukyah dan ilmu falak dari berbagai perspektif. Dalam penetapan awal bulan Kameria, Indonesia menggunakan kriteria visibilitas hilal mabims. Mabins itu negara-negara yang ada di Asia Tenggara, Malaysia, Brunei, Indonesia, ya ee Singapura, yaitu tinggi hilal 3 derajat dan sudut

Rame Sekali Antrean Halalbihalal di Istana Presiden Ri

elongasi 6,4 derajat. Adapun data posisi hilal berdasarkan hisab pada hari ini di seluruh wilayah Indonesia yaitu ketinggian hilal di atas ufuk berkisar antara 0 derajat 54 menit 27 detik hingga 3 derajat 7 menit 52 detik dan sudut elongasi 4 derajat 32 menit 40 detik hingga 6 derajat 6 menit 11 detik. Secara hisab, data hilal pada hari ini tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal mabins. Selanjutnya Kementerian Agama menetapkan awal bulan Syawal melalui sidang isbat. Dalam sidang ini kami bermusyawarah

dengan para pakar falak, astronomi, wakil rakyat, Majelis Ulama Indonesia, serta perwakilan ormas Islam di Indonesia. Musyawarah tersebut mengacu pada hasil hisab dan rukyah yang telah dilakukan oleh tim Hisab Rukyah Kementerian Agama serta dikonfirmasi oleh petugas yang ditempatkan setidaknya 117 titik pengamat di seluruh Indonesia. Dan tim penerima laporan rukyah di pusat telah mengkonfirmasi bahwa Hilal tidak terlihat. tadi Pak Dirj membacakan seluruh apa titik-titik yang dari mulai dari Papua sampai Aceh. Di situ tidak

ada satuun yang dinyatakan ee melihat hilal. Dengan demikian berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu 21 Maret 2026. Demikianlah hasil sidang isbat yang baru saja kita laksanakan dan sepakati bersama. Tentunya kita semua berharap semoga keputusan ini memungkinkan seluruh umat Islam Indonesia untuk memulai ibadah puasa secara bersama-sama. Ya, semoga hal ini dapat menjadi simbol kebersamaan umat Islam di Indonesia yang sekaligus

mencerminkan persatuan kita sebagai sesama anak bangsa dalam menyongsong masa depan yang lebih baik. Berikutnya saya persilakan Bapak K.H. Muhammad Khol Nafis, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia MUI untuk juga bisa menyampaikan beberapa hal penting yang perlu mungkin diketahui oleh seluruh masyarakat. Dan juga setelah itu kami mohon kesediaan juga Bapak H. Marwan Dasopang, M.Si. sebagai wakil rakyat, ketua komisi 8 ee DPR RI untuk juga memberikan pandangan bagaimana sebaiknya kita menjalankan

ibadah puasa tahun ini. dipersilakan.

Ketika Presiden Prabowo Sapa dan Salami Masyarakat Satu per Satu saat Open House Istana, Temani Didit

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *