Meski pemimpin tertinggi Iran, Ayatolo Ali Kameni telah wafat dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026 lalu, suaranya ternyata belum benar-benar hilang. Melalui platform media sosial X, akun resmi Kamine yang kini bionya telah berubah menjadi pemimpin syahid revolusi Islam baru saja merilis sebuah pesan bernada ancaman yang sangat serius. Sebuah pesan yang memperingatkan Israel dan Amerika Serikat bahwa serangan maut keteheran pekan lalu adalah sebuah kesalahan besar.
Dalam unggahan terbarunya, akun tersebut menuliskan kalimat peringatan yang menyebut musuh-musuh Iran telah berbuat kesalahan besar dan akan menanggung resiko yang membuat putus asa. Tak hanya kata-kata, unggahan tersebut disertai sebuah kolase gambar tiga panel yang memamerkan otot militer Iran. Panel pertama menunjukkan detik-detik peluncuran rudal balistik raksasa yang menghujani kota-kota musuh dalam kobaran api. Panel tengah memperlihatkan kesiagaan tentara digurun dengan peluncur bergerak. Sementara panel bawah
memberikan pesan bahwa produksi senjata nuklir dan rudal berteknologi tinggi terus berjalan di laboratorium-laboratorium rahasia mereka. Ancaman ini bukan gertakan kosong. Faktanya, pasca kematian Kamene, Iran telah meluncurkan gelombang serangan rudal balistik ke arah Israel dan pangkelan-pangkelan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut. Unggahan ini seketika membelah dunia maya. Banyak pengguna yang mengejek dengan menyebut akun Kameni sebagai akun zombie. Beberapa netizen juga menyebutnya sebagai propaganda pria yang
sudah tiada. Namun di sisi lain, pendukung Iran justru menyambutnya dengan optimisme. Memuncul gambar-gambar simbolis seperti singa Iran yang mengejar Hina berbendera Amerika Serikat dan Israel. Pesan itu seolah menunjukkan Iran masih punya taring dan tapaknya perang tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Karena Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pit Hexeth memberikan sinyal bahwa serangan mereka ke Iran justru akan meningkat secara dramatis. Di tengah gemuruh rudal, Presiden Donald Trump melempar tuntutan yang nyaris
mustahil dipenuhi. Trump menuntut Iran agar menyerah tanpa syarat. Melalui akun TR-nya, Trump menegaskan tidak akan ada kesepakatan damai sebelum Teheran menyerah sepenuhnya dan mengganti kepemimpinan baru. Trump bahkan menjanjikan rekonstruksi ekonomi besar-besaran bagi Iran pasca menyerah. Ia juga menutup narasi dengan slogan baru Make Iran Great Again atau Miga. Sebuah variasi dari merek politika yang terkenal dan seolah-olah memberikan sinyal bahwa perang ini adalah jalan pembuka menuju kendali baru Amerika
Serikat di tanah Persia.
Komentar