Bagaimana perkembangan terbaru dari pemeriksaan operasi tangkap tangan Bupati Pekalongan? Di gedung KPK sudah ada rekan kami Arif Kurniawan, produser lapangan CNN Indonesia. Selamat sore Arif. Bagaimana perkembangan terbaru untuk pendidikan kasus ini? Silakan. Ya, Sore Heranov. ee KPK sudah resmi menetapkan satu tersangka terhadap Bupati Pekalongan Fadia Rafiq yang terjaring dalam OTT KPK kemarin ya Selasa dan sudah dibawa ke KPK tadi siang juga sudah masuk ke urutan KPK dan tadi dalam konferensi persnya itu DPTI
penindakan dan eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan ee konstruksi perkara yang menjerat ee Bupati Pekalongan Fad Arafik. Dan tadi dalam keterangannya eh ini Asep Burra Rahyu menjelaskan bahwa eh Fadia Arafik ini eh adalah Bupati Pekalongan untuk eh periode yang kedua. Jadi pada saat ee 2021 itu adalah periode pertamanya 1 tahun setelah ia terpilih sebagai Bupati Pekalongan ini, Fadia Rafiq. Kemudian ee bersama dengan suaminya yaitu Mukhtaruddin Asraf Abu dan juga anaknya, putranya yaitu eh
Muhammad Sabiq Asraf ini membuat e perusahaan yang bernama PT Raja Nusantara Berjaya atau PT RNB. Nah, dalam kelanjutannya PT RNB yang merupakan ee perusahaan dari e Fad Arafik ini ee aktif dalam mengikuti kegiatan lelang dan juga pengadaan barang dan jasa di lingkungan e Pemkap Pekalongan. Nah, di deputi penindakan ee KPK Asep Rahayu mengatakan dalam proses ee pengadaan barang dan jasa di Pemkap Pekalongan ini kemudian terjadi intervensi bahwa proses lelang ini dilakukan tidak secara sehat tapi ada
intervensi di mana ada ee dorongan ataupun adanya ee paksaan agar PT Raja Nusantara Berjaya yang merupakan milik dari Fadi Arafik ini bisa e memenangkan ee proses setelan dan juga pengadaan jasa di Pemkap ee ee lingkungan Pekalongan. Sehingga dari periode 2023 sampai dengan 2026 itu total ee PT RNB ini mendapatkan ee proyek pengadaan jasa outsourcing itu di total 17 perangkat daerah, 3 RSUD, dan juga satu kecamatan. di mana nilai uang ee proyek pengadaan jasa dari periode 2023 sampai dengan 2026 ini total mencapai 46 miliar yang
bersumber dari kontrak antara PT RNB dengan perangkat daerah di Pemkap Pekalongan. Dan Asep Gundur Rahyu merincikan dari total 46 miliar ini nilai kontraknya sebesar 22 miliar digunakan untuk membayar pegawai. Sementara sisanya ee sebanyak 19 miliar atau sekitar 40% dari total transaksi. Ini dinikmati oleh ee yang pertama oleh ee tersangka sendiri Bupati Pekalongan Fadia Arafik ya sebesar Rp5,5 miliar. Lalu dinikmati oleh suaminya ee saudara ASH sebesar Rp1,1 miliar. Lalu e saudari RUL ini adalah direktur PT RNB yang
merupakan orang kepercayaan dari eh Bupati Pekalongan Fadi Arifik ini dia menikmati Rp2,3 miliar. Lalu Saudara MSA ini anak bupatinya sebesar Rp4,6 miliar. Lalu saudari MHN ini juga anak dari Bupati Fadia Rafiq yaitu sebesar Rp2,5 miliar. KPK juga menemukan ee dari tersangka juga dilakukan penarikan tunai sebesar Rp3 miliar. Nah, ee Deputi Penindakan Eksekusi KPK ee Asep Pundur Rahayu mengatakan model pengadaan jasa yang dilakukan oleh e PT RNB ini membuat ekosistem ee usaha di lingkungan Pekalongan ini menjadi tidak sehat.
Karena pengusaha-pengusaha lain itu tidak bisa berkompetisi secara sehat. Bahkan tadi Asep Gundurhayo mengatakan ee meskipun PT RNB ini mengajukan anggaran atau nilai kontrak yang nilainya lebih mahal jika dibandingkan dengan kompetitor-kompetitornya ini, dia tetap dipilih sebagai pemenang karena ada ee sebutan titipan ee perusahaan ibu dalam tanda kutip yaitu perusahaan milik dari ee Fadia Arafik. Dan memang dalam struktur organisasinya ini eh Fadia Rafik ini dia menjabat sebagai beneficial ownership atau penerima
penerima manfaat dari PTRNB. Lalu eh untuk komisarisnya itu adalah suaminya sendiri ee saudara ASH dan anaknya itu MSA itu sempat menjadi direktur pada periode 2022 sampai dengan 2024. Kemudian pada tahun 2025 itu diganti oleh eh saudari RUL yang merupakan orang kepercayaan dari Fadiyah Arafik dan KPK baru menetapkan status tersangka ee kepada Fad Arafik saja yaitu tersangka tunggal. Namun hal ini tidak menutup kemungkinan untuk ee menjerat ee para ee calon tersangka lainnya. Karena memang diketahui ini dari suami dan juga anak
serta orang kepercayaan dari Bupati Faria Rafik ini juga turut menikmati uang dari nilai kontrak yang didapatkan atau dimenangkan oleh PT RNB. Dan tadi ee Diputi Penindakan dan Eksekusi KPK Askutur Rahyu mengatakan eh memang KPK dalam proses OTT kemarin ini karena dikejar ee oleh waktu 1 kali 24 jam maka KPK penyidik lebih fokus pada pihak-pihak yang memiliki conflict of interest atau pihak-pihak yang memiliki konflik kepentingan. di mana dalam hal ini adalah Fadia Rafiq sebagai Bupati Pekalongan sendiri yang dia memiliki
kepentingan besar terhadap dimenangkannya ee perusahaan buatannya PTRNB agar bisa memenangkan proyek-proyek pengadaan jasa di Pemkap ee lingkungan Pekalongan. Dan oleh sebab itu ee KPK dalam 1 kali 24 jam itu fokus pada ee status tersangka dari Fedik. Tapi tadi Asep KUR Rahayu ee berjanji bahwa dalam proses pengembangannya akan dilakukan pendalaman dan akan digunakan pasal-pasal lain. Salah satunya adalah pasal TPPU untuk menjerat ee pihak-pihak lain yang turut menikmati aliran uang dari proses e proyek kontrak ee PTRNB
selama 3 tahun dari tahun 2023 sampai dengan tahun 2026 sebesar Rp46 miliar. Heranov Arif Kurniawan, terima kasih. Selamat sore.
Komentar