Idul Fitri 1447 Hijriah diprediksi kuat jatuh pada Sabtu 21 Maret. Hal itu diungkapkan tim rukyat Hilal Kementerian Agama di tengah pemantauan Hilal, Kamis, 19 Maret. Tim Rukiyat Hilal memprakirakan hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret. Artinya, masyarakat kemungkinan akan merayakan lebaran dalam 2 hari ke depan. Prediksi tersebut disampaikan anggota tim rukyat Hilal Kemenak, Cecet Nuruwe Daya saat memaparkan alasan Idul Fitri 1447 Hijriah di Indonesia jatuh pada lusa mendatang.
Hal itu berdasarkan hasil kajian dalam seminar sidang isbat di Kantor Kemenak, Jakarta Pusat, Kamis, 19 Maret. Dalam penjelasannya, Cecep mengungkapkan bahwa secara perhitungan atau hisab, posisi hilal di wilayah Aceh sebenarnya sudah mencapai ketinggian minimal sesuai standar MABIMS yakni 3 derajat. Namun parameter lain belum terpenuhi khususnya terkait elongasi yang belum menyentuh ambang batas 6,4 derajat. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa berdasarkan metode rukiah, kondisi hilal di seluruh Indonesia juga belum memenuhi kriteria
visibilitas. Ketinggian hilal tercatat berada di kisaran 0,91 derajat hingga 3,13 derajat. Sementara elongasinya antara 4,54 derajat hingga 6,10 derajat. Dengan kondisi tersebut peluang hilal untuk terlihat sangatlah kecil. Berdasar kriteria MABM 3 dan 6,4. Jadi tingginya 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Pada tanggal 29 Ramadan 1447 Hijriah 19 Maret 2026 Masehi, posisi hilau di sebagian wilayah Provinsi Aceh telah memenuhi parameter tinggi hilal minimum 3 derajat pada kriteria Mabib. Namun tidak meniui parameter elongasi
minimum 6,4 derajat. Sehingga tanggal 1 Syawal 1447 Hijriah secara hisab mabims jatuh bertepatan dengan hari Sabtu paing tanggal 21 Maret 2026 Masehi. Tingginya masuk tapi elmas tidak. Jangan lupa subscribe ya.
Komentar