dipersembahkan oleh dan didukung oleh ya pemirsa, lonjakangan penumpang arus budi lebaran Idul Fitri 2026 semakin terasa di stasiun Pasar Serdek. Sementara itu, rekayasa lalu lintas kontra flow mulai diberlakukan di ruas tol Jakarta Cikampek. Gelombang pertama Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 di Stasiun Pasar Senen terpantau padat Pebudik. Terdapat lebih dari 49.000 penumpang yang keluar dari ibu kota Jakarta dan 30.000 penumpang yang masuk ke Jakarta. Pujak arus budik di stasiun Pasar Senen untuk Lebaran 2026
diprediksi terjadi pada 14 sampai dengan 15 Maret dan 18 sampai dengan 19 Maret 2026. Pemudik dengan koper dan tas serta bawaannya silih berganti berdatangan. Tujuan keberangkatan pun beragam mulai dari Potoarjo, Solo hingga Blitar Jawa Timur. Hingga hari ini pemirsa, sebanyak 617.000 tiket telah terjual untuk keberangkatan dari stasiun Gambir dan stasiun Pasar Senen pada periode 11 Maret hingga 1 April 2026. Tingkat okupansi sementara mencapai sekitar 57%. Dan dari pelabuhan pemirsa pergerakan
pemudik di kawasan Pelabuhan Merak Banten hingga siang dan sore hari ini terpantau masih landai. Belum terlihat adanya lonjakan maupun kepadatan kendaraan pribadi yang akan menyeberang dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera. Di situasi ini menandakan arus mudik melalui jalur penyeberangan Merak Bakau Heni belum memasuki masa puncaknya. PTSDP Indonesia Feri memperkirakan lonjakan penumpang dan kendaraan baru akan terjadi mendekati hari raya. Berdasarkan proyeksi operator penyeberangan tersebut, puncak arus
mudik di Pelabuhan Merak diprediksi terjadi H-4 dan H-3 Lebaran atau sekitar 17 hingga 18 Maret 2026. Sementara itu pemirsa, rekayasa lalu lintas berupa kontra flow mulai diberlakukan di ruas tol Jakarta Cikampek. Skema IB ini diterapkan untuk kendaraan yang bergerak menuju arah timur atau Cikampek. Penerapan kontra flow dilakukan sebagai langkah antisipasi meningkatnya volume kendaraan yang mulai bergerak keluar dari Jakarta menuju wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kendaraan yang melintas di jalur
menuju Cikampek tampak mulai didominasi mobil pribadi, bus, serta kendaraan logistik. Penerapan rekayasa lalu lintas ini dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil traffic counting yang dilakukan oleh petugas di lapangan. Dan pemirsa, langsung saja kami akan mengajak Anda untuk memantau situasi arus mudik lebaran 2026 di sejumlah titik. Sudah ada rekan-rekan reporter berita 1 Teresia Silahi dan juru kamera Rizki Hidayat di Stasiun Pasar Senin Jakarta. Kemudian ada reporter Teguh Adi Prasetio dan juri kamera Farisa
Alfandini di rest area KM 57 Tol Cikampek, Jawa Barat serta reporter Zulfakar dan juru kamera Wahyu Santiko di Pelabuhan Merak Banten. Kita akan ke terlebih dahulu yang berada di Stasiun Pasar Sen hari pertama puncak arus mudik 2026 gelombang pertama. Saat ini seperti apa kabarnya? terutama adalah pada sore hari ini. Apakah jumlah penumpang semakin meningkat dibandingkan pagi dan siang hari tadi? Ya. Baik, Arisa. Kalau kita lihat pada sore hari ini tepat pada pukul 16.05 untuk data terbarunya dari KAI ini sudah
ada hampir 50.000 penumpang yang keluar dari Jakarta. Itu artinya dibandingkan tadi pagi yang Rp89.000 Ibu itu artinya ada kenaikan yang cukup banyak begitu ya pada sore hari ini. Dan kalau kita lihat ini juga dari tadi banyak sekali para pemudik yang memilih untuk perjalanan sore hingga malam hari. Nah, yang terdekat ini Adisa dan juga pemirsa pada pukul 17.40 waktu Indonesia Barat ini adalah untuk destinasi ataupun tujuan ke Yogyakarta dan nanti selanjutnya akan disusun pada pukul 19. Dan 21 ke Malang
dan juga Madiun. itu artinya memang Jawa Timur dan Jawa Tengah ini merupakan tempat ataupun destinasi yang paling dipilih banyak para pemudik. Dan kalau kita lihat juga ini kalau dilihat di stasiun ee Pasar Senen ini memang semakin sore baik itu di dalam maupun di luar ini ee lalu lintas juga sudah mulai padat begitu ya untuk mengantarkan keluarga sekaligus ada juga yang ee berangkat mandiri untuk pulang ke kampung halaman. Dan kalau kita lihat tadi kedatangan ini juga banyak dari Jawa menuju ke Jakarta kurang lebih ada
sekitar 30.000 R ee pemudik yang kembali ke Jakarta. Dan perlu saya informasikan bahwa memang ini kalau kita lihat akan terus naik di pada gelombang pertama ini tepatnya pada tanggal 14 Maret 2026. Meskipun ada 2 hari Anisa dan juga pemirsa ini pihak AI juga sudah memitigasi hal tersebut. baik itu ee nantinya akan ada pembelakan ee pembelakan ee mudik atau seperti apa. Tapi memang kalau kita lihat di Stasiun Pasar Senin ini dapat terurai dengan baik dengan kita lihat ada banyak sekali para petugas yang tidak henti-hentinya
untuk ee memberikan arahan secara langsung kepada masyarakat agar e tenang begitu ya, tidak buru-buru-buru untuk masuk ke dalam. Meskipun tadi kalau kita lihat terjadi antrian yang cukup panjang untuk masuk ke pintu keberangkatan, tapi tadi sempat seterunai dengan baik oleh para petugas. Dan kalau kita lihat destinasi-destinasi favorit yang berada di ee stasiun Pasar Sren ini adalah ee Jawa Tengah dan juga Jawa Timur khususnya adalah Yogyakarta, Purwokerto dan juga Malang. Dan yang terakhir adalah Madiun. Ini merupakan empat
tempat ataupun ee stasi ee tujuan yang dipilih oleh masyarakat untuk melakukan mudik. Dan perlu saya sampaikan bahwa pihak A ini juga terus mengatakan akan banyak menyediakan tiket begitu ya yang di mana pihak AUI juga sudah mengatakan ada kurang lebih 1 juta tiket yang sudah dijual dan yang laku ini sudah ada sebanyak Rp600.000. Itu artinya ada 400.000 lagi tiket yang masih diperjual belikan. Kalau kita lihat tadi di loket memang tidak terlalu banyak Anisa seperti tadi malam. Kalau tadi malam ini
cukup banyak Anisa yang beli on the spot. Tapi untuk pagi hari ya sore hari ini ini terlihat memang kebanyakan adalah e menunggu untuk keberangkatan mereka yang di mana ini kalau kita lihat sudah mulai mulai padat ya Anisa jam 17.00, jam 16.00, jam 19.00, jam 20 dan 21 hingga seperti tadi malam pada pukul 23 waktu50 waktu Indonesia Barat. Dan perlu saya sampaikan juga terkait fasilitas yang berada di stasiun Pasar Senen ini, ini juga sangat terjangkau pemirsa karena kalau kita lihat membeludaknya para ee pemudik ini, ini
juga untuk ruang tunggu, kursi ini juga sangat banyak. Terkhususnya adalah stop kontak untuk ee para pemudik yang menunggu untuk keberangkatan selanjutnya. Dan juga fasilitas yang selanjutnya ini selain memang banyak sekali tenan-tenan yang membuat saya senang ini adalah tempat bermain anak-anak. Jadi anak-anak di sini tidak bosan untuk menunggu keberangkatan selanjutnya karena di sini juga tempat bermain anak-anak cukup besar. Jadi anak-anak bisa main di dalam maupun di luar. Dan kalau kita pantau di ee
stasiun Pasar Ceneten ini untuk volume kendaraan di sekitar stasiun Pasaren ini juga sudah mulai ramai Anisa, untuk masuk ke dalam. Karena kalau kita lihat tadi di pintu depan e stasiun Pasar Pasa Senin hingga masuk ke dalam ini terjadi beberapa kali antrean begitu untuk masuk ke dalam sejauh ini. Itu yang bisa sampaikan kepada Anda, Anisa. Baik, kepadatan sudah mulai terjadi pada gelombang pertama puncak arus mudik 2026 di Stasiun Pasar Senin. Teret tahan dulu. Kita akan memantau juga situasi dari Tol Cikampek. Di sana sudah ada
rekan Teguh Adi Prasetyo bersama dengan juru kamera Farisa Elfaini. Teguh untuk mobilitas di rest area KM 57 Tol Cikampek saat ini seperti apa? Apakah ee kendaraan yang keluar masuk di sana juga sudah mulai terlihat keadanya kepadatan atau seperti apa, Teguh? Ya, selamat sore Anisa dan juga saudara. Kondisinya saat ini di KM 57 memang terpantau ramai lancar. Beberapa saat lalu ee kita mendapatkan kami maksud saya mendapatkan kunjungan dari Wakapolri untuk meninjau bagaimana lalu lintas yang terjadi terutama di sekitar
Tol Cipali. Karena memang tadi dari pantauan udara Wakapolri meninjau dari KM 29 kemudian hingga tol ee Cipali itu kondisinya tergolong lancar begitu, Anisa. Dan kalau misalnya saya mengutip data di periode yang sama, hari pertama arus mudik Lebaran 2026 atau H-8 kemarin memang terjadi peningkatan yang cukup signifikan yakni 15%. di mana pada kemarin itu ada sekitar 76.000 kendaraan yang melintas ee di kilom 57 dan di periode yang sama tahun lalu itu ada sekitar 66.000 Anisa dan juga saudara. Untuk mengetahui informasi
lebih lanjut, saya sudah bersama dengan Kombespol Raidian Kokrosono selaku direktur lalu lintas Polda Jawa Barat. Selamat sore, Pak Ridian. Pak Raidian ini ee baru saja tadi Waka Polri kunjungan ke KM 57 dan ee menyatakan bahwa tahun ini terutama yang lewat ee Cipali ini meningkat 5 ee 15%. Itu bagaimana Pak secara data? Ya, itu kita data ee sesuai dengan traffic counting yang ada di KM 29 yang tercatat oleh Korlantas. Jadi memang ee fluktuasi peningkatan kendaraan di tahun yang lalu di 2025 ada tercatat 66.000.
Di hari yang sama di hari pertama operasi ketupat kemarin tercatat R6.000 sehingga kalau dipersentasekan 15%. Ee namun ee untuk secara realnya kondisi tersebut yang kita alami kemarin masih dalam keadaan lancar sehingga ee rekayasa lalu lintas di sekitar KM 57 untuk mengantisipasi lonjakan ee kendaraan yang akan mengarah ke Jawa Barat. Yang mengarah ke Jawa Barat itu ada dua, ke arah ke Jawa Tengah dan mengarah ke ee Bandung. itu masih saat ini, detik ini tercatat rata-rata kendaraan yang melintas di KM
57 ee sekitar 3.500 kendaraan perjam. Jadi, masih ee kecepatan masih di antara 50 sampai 60 km/h. Jadi, belum ada rekayasa. Baik, untuk adanya rekayasa lalu lintas itu di angka berapa, Pak, biasanya mulai diterapkan? Ya, untuk rekayasa lalu lintas yang akan kita laksanakan sesuai dengan petunjuk dari Kor Lantas karena kita harus berkoordinasi dengan Kor Lantas sebagai koordinator ee itu nanti akan ee kita laksanakan rekayas lantas kontrafow satu lajur ya. Jadi, kota satu lajur yang dari arah ee Jawa Barat ke
arah Jakarta kita buka satu lajur itu kalau ee tercatat di traffic counting 1 jam rata-rata 5.500 itu baru kita buka satu lajur. Kemudian ketika nanti tercatat kendaraan di traffic counting 6.400 400 baru kita buka kembali satu lajur. Kemudian kalau masih ee ada tambahan lonjakan sekitar 7.400 baru kita buka kembali tiga lajur. Jadi setelah ee tiga lajur yang sudah kita buka ee kalau tercatat di TV counting sampai 8.300 baru kita persiapan untuk melaksanakan oneway. Jadi, oneway nasional tahap pertama di wilayah Polda Jawa Barat dari
mulai Km 70 sampai km 236. Terima kasih paraan sudah memberikan informasi kepada pemirsa Berita 1. Baik pemirsa untuk e terkait informasi di KM 57 bagi para pemirsa yang mungkin saja melintasi di Kilm 57 ini mungkin dapat ee menikmati beberapa fasilitas yang terdapat di area ee rest area maksud saya itu untuk menyiapkan kondisi kendaraan agar lebih prima, kondisi tubuh juga agar lebih prima. Karena di sini tersedia beberapa fasilitas seperti cek kesehatan, kemudian juga fasilitas untuk reparasi kendaraan, dan ada
beberapa fasilitas-fasilitas yang untuk menyiapkan mudik supaya lebih prima. Anisah kembali ke studio. Baik, terima kasih atas informasi yang sangat komprehensif dan juga wawancara yang sudah disampaikan. Rekan Teguh dan tahan dulu. Kita akan melihat juga di Pelabuhan Merak. Sudah ada rekan Zulfakar di sana. Zulfakar, bagaimana dengan kondisi di Pelabuhan Merak? Karena kami mendapatkan informasi di sejumlah pelabuhan ini sudah mulai tampak adanya kepadatan. Kalau di Pelabuhan Merak kondisinya seperti apa,
I? Kalau di Pelabuhan Merak sendiri kondisi sekarang dapat kami gambarkan sesuai dengan pantauan kami pada siang hingga sore hari ini nampak memang belum terjadi kepadatan yang signifikan di Pelabuhan Merak. Artinya antrian kendaraan roda 4 ini masih belum terlalu panjang di Pelabuhan Merak ini. Karena memang pada siang dan sore hari merupakan adalah tidaknya jam favorit begitu ya. Karena banyak pemudik yang memilih untuk melakukan mudik ini pada malam hari begitu. Hal ini memang sudah kami lihat dari hari-hari sebelumnya
memang bahwa pada hari atau pada siang dan sore hari ini cenderung kendaraan roda 4 ini masih bisa dibilang landai begitu. Hal selaras juga terjadi di ruang tunggu pemudik yang memilih berjalan kaki. Begitu memang kursi-kursi yang tersedia ini memang cenderung penuh. Namun ini merupakan kondisi yang normal yang memang seperti itu terjadi baik pada momen tidak pada mudik lebaran ataupun pada hari-hari biasa memang cenderung seperti itu. Jadi dapat kami sampaikan bahwa baik dari kendaraan roda empat ataupun juga pemudik yang berjalan
kaki kondisinya ini masih relatif normal dan hal ini juga disampaikan oleh PT ASDP Indonesia PRI menyampaikan bahwa memang diprediksikan di Pelabuhan Merak Banten sendiri puncak arus mudiknya ini akan terjadi pada H-4 dan H-3 lebaran nanti. Artinya pada tanggal 17 dan tanggal 18 Maret 2026. barulah lonjakan atau volume kendaraan roda 4 ini akan memadati pelabuhan Merak Banten. Nah, untuk menyambut puncak arus mudik ini, antisipasi-antisipasi setelah dilakukan oleh PT ASDP di Pelabuhan Merak ini. Seperti misalnya di Pelabuhan
Merak sendiri telah terdapat 15 loket yang dapat melayani semua kendaraan roda 4, kendaraan mobil pribadi ya, Anisa dan pemirsa berita 1 itu tersebar di tujuh dermaga eksekutif dan 8 di dermaga reguler. Jadi harapannya dengan 15 loket ini dapat mengurai nantinya antrian-antrian dari kendaraan roda 4 di Pelabuhan Merak, Banten, Anisa dan pemirsa Berita 1. Dan antisipasi ini tidak dilakukan oleh PTSDP saja ya. Seperti misalnya dari Kementerian Perhubungan. Informasi yang kami himpun Kementerian Perhubungan ini telah
menyiapkan buffer zone Anisa. Bapak Zon ini merupakan tempat atau kantong parkir. Jadi, sehingga ketika terjadinya lonjakan kendaraan roda 4 atau mobil pribadi ini, ada buffer zone-ber zone yang di sekitar Pelabuhan Merak ini akan menampung kendaraan ini agar tidak terjadinya antrian yang memakan bahu jalan atau memakan jalan tol ataupun jalan arteri di kawasan Pelabuhan Merak ini. Adapun bumper zone yang dapat kami informasikan akan terletak misalnya di area Munik line atau Cikua atas. Kemudian di rest area tol Tangerang,
Tangerang Merak maksud kami ya, di KM 13A, KM43A, dan KM68A. Sedangkan untuk di sekitar baper zone di pelabuhan akan tersedia di sekitar Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, pelabuhan BBJ Bojoknegara dan serta pelabuhan Indah Kiat. Jadi, sehingga dapat kami sampaikan antisipasi-antisipasi ini terus dilakukan agar para pemudik yang hendak mudik dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera ini akan mudik dengan aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan. Data terakhir yang kami terima, Anisa, per malam hari tadi ya, kami dapat gambarkan
bahwa ada sekitar setidaknya 50.000 orang yang telah memilih mudik menggunakan kapal laut di pelabuhan yang tersebar di kawasan Merak ini. Artinya memang kita akan masih pantau terus bagaimana arus mudik lebaran dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Banten. Kembali ke Anda, Anisah. Baik, di Pelabuhan Merak Banten belum memasuki periode puncaknya. Nampaknya masih tampak lengang ya. Terima kasih atas informasi yang sudah Anda sampaikan. Zulfakar bersama dengan juru kamera Wahyu Santiko dan sebelumnya juga
sudah ada Teguh Adi Prasetyo bersama dengan juru kamera Farisa Elvandini dan juga ada Teresia Silalahi bersama dengan juru kamera Rizki. Rekan-rekan selamat kembali bertugas. dipersembahkan oleh dan didukung B
Komentar