Anda kembali di berita utama bersama saya Jihan Novita. Saudara, sudah sepekan konflik di Timur Tengah membara. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda ketegangan akan mereda. Alih-alih menempuh jalur diplomasi Amerika Serikat, Israel, dan Iran justru kian gencar memamerkan kekuatan tempur. Saling klaim kesiapan untuk pertempuran panjang justru memicu kekhawatiran akan lahirnya fase baru dalam perang. Langit tak lagi jadi satu-satunya medan laga. Karena pertempuran darat kini jadi ancaman di depan mata.
Saudara, baru-baru ini dalam wawancara eksklusif dengan stasiun NBC News, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Arakci mengirimkan pesan tegas pada Amerika Serikat dan Israel menolak lakukan gencatan senjata dan negosiasi dengan Amerika Serikat. Ia menyatakan Iran tak takut dengan ancaman invasi darat Amerika Serikat. Arak bahkan menggaris bawahi jika angkatan bersenjata Iran siap untuk skenario apapun demi mempertahankan kedaulatan negara mereka. Sebagai jawaban dari Amerika Serikat atas tantangan dari Menteri Luar Negeri
Iran untuk berhadapan dalam perang di darat, Amerika Serikat mulai menyiapkan kekuatan darat. Kabarnya saudara, untuk operasi darat ini Amerika Serikat mempersenjatai pasukan Kurdi. Kelompok oposisi Kurdi Iran yang berbasis di perbatasan Irak ini diduga akan dimanfaatkan oleh Amerika Serikat sebagai ujung tombak operasi darat melawan Iran. Kurdi merupakan kelompok etnis terbesar keempat di Timur Tengah yang tersebar di Irak, Irak, Suriah, dan Turki. Di masa lalu, Saudara, kelompok ini punya hubungan kerja sama dengan Amerika
Serikat dalam kampanye antiis. Pasukan Kurdi di sepanjang perbatasan Iran Irak merupakan salah satu kelompok oposisi bersenjata kontra rezim di Teheran. Jika Kurdi akan dilibatkan, perang pun berpotensi berlangsung panjang. Namun kabar Presiden AS yang mempersenjatai pasukan ini dibantah oleh pihak gedung putih. to Kurdish leaders with respect to our base that we have in northern Iraq. Uh but as for any report suggesting that president has agreed to any plan is completely false. Sebelumnya saudara Presiden Amerika
Serikat pernah bilang jika serangan ke Iran bisa lebih panjang dari rencana awal. Ia memproyeksikan operasi militer ke Iran bisa berlangsung selama lebih dari 4 hingga 5 minggu. Trump bilang militer AS siap untuk waktu serangan lebih lama. From the beginning we projected four to five weeks but uh we have capability to go far longer than that. We’ll do it. We also projected four weeks to terminate the military leadership and as you know that was done in ahad of a lot. Saudara, konflik Timur Tengah kian
memanas dan meluas. Indonesia menyesalkan ketegangan yang terjadi. Indonesia pun ingin mengambil peran menjadi mediator bagi ketiga negara yang berkonflik, yakni Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Ketua Dewan Penasehat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia, Jimli Asyidiki menyebut bahwa Presiden Prabowo bersama Perdana Menteri Pakistan berencana akan keteheran untuk meredam eskalasi. Jimle menyebut bahwa Presiden Prabowo melihat ada peluang kesuksesan untuk mendamaikan sambil mempersiapkan Palestina merdeka.
Sambil tadi Presiden Perdana Menteri Pakistan bersedia untuk bersama-sama dengan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke peranan Indonesia, Pakistan sebagai negara berpenduduk muslim terpes ya kan. Penting sekali untuk mengajak damai walaupun mungkin peluangnya kecil. merespon inisiatif Indonesia menjadi mediator perang Iran. Duta besar Iran untuk Indonesia, Muhammad Boru Jerdi menegaskan Iran tidak akan menerima negosiasi dalam bentuk apapun. Pasalnya serangan tetap diluncurkan ke Iran setelah proses negosiasi.
Ia bahkan menegaskan kesiapan perang kali ini lebih siap dari perang 12 hari antara Israel dan Iran yang pernah terjadi pada Juni 2025. پیشنهاد میانجیگری رئیسجمهور محترم اندونزی این پیشنهاد مطرح شد و پاسخ ما اینه که ما هیچ مذاکره رو از آمریکا قبول نخواهیم کرد به اونها اعتماد نداریم ما سه بار با اونها مذاکره کردیم و هر سه بار در پایان مذاکرات یا در وسط مذاکرات به ما حمله کردن و ما تکلیف آمریکای جنایتکار و صهیونیست رو در میدان جنگ تعیین میکنیم Kesiapan Iran untuk meladeni perang panjang melawan Amerika Serikat dan
Israel ditunjukkan dengan meluncurkan serangan barasan rudal ke fasilitas militer lawan. Dan inilah saudara, video serangan terbaru yang dirilis Garda Revolusi Iran dalam operasi yang mereka sebut sebagai Operation True Promise For. Rekaman terbaru menunjukkan peluncuran serangkaian rudal. Video ini muncul tak lama setelah Amerika Serikat merilis serangan ke kapal milik Iran. Tak hanya rudal, Saudara, Garda Revolusi Iran menyiarkan video peluncuran sejumlah drone yang menargetkan sejumlah situs vital milik Israel, termasuk
instalasi radar. Serangan dilakukan hingga malam hari sebagai balasan setelah Israel dan Amerika Serikat meluncurkan operasi militer gabungan terhadap Iran beberapa waktu lalu. Dalam serangan terbarunya yang menyasar Israel, Iran kembali meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel. Saudara Iran mengklaim jika rudal yang ditembakkannya adalah rudal hibrida. Berbeda dengan rudal konvensional yang meledak dalam satu kali ledakan. Rudal ini menyebarkan puluhan bom kecil ke udara. Serangan Iran menargetkan lokasi
strategi milik Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat. Perlawanan yang dilakukan Iran ini adalah balasan, Saudara. Setelah kapal angkutan laut Iran ditorpedo oleh Amerika Serikat yang menewaskan 87 grup kapal. Angkatan Laut Sri Lanka merilis rekaman saat proses evakuasi korban awak kapal Iran. Dalam rekaman visual terlihat sejumlah korban awak kapal Iran dipindahkan ke kapal angkatan laut dan menerima perawatan medis darurat. Korban selamat kemudian dibawa ke darat dan diangkut dengan menggunakan ambulans
untuk perawatan lebih lanjut. Dan sebelumnya saudara kapal angkatan laut Iran ditorpedo oleh kapal selam Amerika Serikat di Samudra Hindia. Kapal perang Iran Iris Dena yang membawa 130 pelaut ini sedang dalam perjalanan kembali ke Iran setelah mengikuti latihan militer multinasional yang diselenggarakan angkatan laut India. Kapal itu kemudian diserang di perairan internasional. tidak jauh dari perairan teritorial Sri Lanka pada dini hari 4 Maret waktu setempat. Saudara, selama aksi saling serang
antara Amerika Serikat, Israel dan Iran ini terus berlanjut. Resiko pecahnya perang skala besar dan meluas akan semakin nyata. Jika jalan damai terus diabaikan, stabilitas perdamaian global akan runtuh tanpa menyisakan pemenang. Okay.
Komentar