Konsumsi di China Melonjak, Alibaba Tawarkan Kemitraan Strategis – Kompas.com – Properti Kompas.com

HANGZHOU, KOMPAS.com – Alibaba Group menawarkan kemitraan strategis bagi pemilik merek, dan peritel yang ingin membuka peluang ke pasar China melalui kanal Tmall, dan Tmall Global.

Hal ini menyusul pertumbuhan konsumsi di Negeri Tirai Bambu yang melonjak drastis dalam beberapa tahun terakhir. Terutama di kota-kota kecil atau kota dengan kategori tier ketiga, keempat, bahkan kelima.

Terhitung per Juni 2019 saja, konsumen dari kota-kota kecil ini menyumbang 70 persen dari total 266 juta penggguna baru aktif Tmall.

Tentu saja, ini menciptakan saluran pertumbuhan bagi Alibaba Group serta pemilik merek dan penjual di platformnya untuk bergerak memenuhi permintaan konsumen.

Baca juga: Jelang Global Shopping Festival, Terjadi Lonjakan Transaksi 113 Persen

General Manager Tmall Import & Export Alvin Liu mengatakan, kota-kota kecil menunjukkan peningkatan daya belanja, atau menyumbang 42 persen dari konsumsi Nasional.

“Mereka tahu dan membeli barang-barang impor dengan kualitas bagus melalui internet. Jadi, pada prinsipnya perilaku konsumsi masyarakat telah berubah. Bukan lagi dari Beijing ke Shanghai, dan kota-kota besar lainnya, melainkan telah merambah ke kota-kota kecil,” papar Alvin, di Alibaba Xixi Campus, Hangzhou, Minggu (10/11/2019).

Tmall sendiri merupakan inkubator binsis terbesar yang menghubungkan merek serta peritel internasional dengan pasar China.

Selama kurun Januari-Juli 2019, Tmall mencatat pertumbuhan jumlah merek baru sebesar 300 persen secara tahunan.

Angka ini menggenapi total 200.000 merek yang telah memiliki toko di platform Tmall, termasuk Starbuck, Nike, Uniqlo, Zara, Victoria Secret, Apple, Estee Lauder, dan Lancome.

Merek-merek ini mencatat transaksi lebih dari 100 juta Renminbi atau ekuivalen Rp 200,3 miliar.

“Bisa saya katakan, bahwa China merupakan pasar dengan potensi terbesar saat ini,” imbuh Alvin.

Tmall Global

Sementara itu, Tmall Global yang diluncurkan pada 2014 merupakan kanal khusus untuk e-commerce lintas batas.

Baca juga: Global Shopping Festival 11.11 Lebih Ramah Lingkungan

Platform ini merupakan marketplace B2C lintas batas terbesar yang menargetkan pasar China dan menjadi tempat bagi pemilik merek dan peritel tanpa operasional fisik untuk membangun gerai virtual dan mengirimkan produk ke China.

Suasana di Xixi Campus Alibaba selama penyelenggaraan Global Shopping Festival 11.11 tahun 2019 di Hangzhou, China.Kompas.com/HildaAlexander Suasana di Xixi Campus Alibaba selama penyelenggaraan Global Shopping Festival 11.11 tahun 2019 di Hangzhou, China.

Hingga saat ini, Tmall Global menaungi lebih dari 22.000 brand dari 78 negara dan wilayah.

Merek skala menengah hingga besar yang sudah eksis dan dikenal juga dapat membuka flagship store di Tmall Global sebagai platfrom utama strategi branding dan penjualan untuk membangun jaringan dengan konsumen mereka di China.

Merek yang lebih baru dalam menjajaki pasar China juga dapat menampilkan produk-produk terpilih pada halaman muka Alibaba di Tmall.

Ini merupakan cara mudah dan efisien bagi mereka untuk mulai menjajaki pasar dan konsumen China.

Pada Global Shopping Festival 11.11 tahun ini, Tmall Global akan mendukung dengan lebih dari 400 merek baru dari berbagai penjuru dunia.

Tmall Global memiliki target untuk untuk memungkinkan 100 merek mencapai nilai transaksi masing-masing 10 juta Renminbi atau setara Rp 20 miliar.

Tmall Global bekerja sama dengan delapan kedutaan besar dan konsulat, termasuk Australia, Spanyol, Selandia Baru, Peru, Hungaria, dan Polandia, untuk memperkenalkan penawaran khusus di 11.11 dari negara-negara tersebut.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: