Baik, Sobat Parta Kota di mana pun Anda berada, aktivis 98 UDIL Badrun meminta kepada e Mabes e TNI untuk transparan dan terbuka terkait informasi penyiraman air keras terhadap ee e aktivis ee kontras bernama Andre Yunus. Di mana Andri Yunus saat ini mengalami luka usai penyeraman air keras. Dan kemarin juga Pak Bestani sudah mengumumkan empat anggota eh BAIS ini e terlibat dalam aksi penyeraman tersebut dan motifnya sendiri ini oleh TNI masih terus didalami. dan Ubedila juga meminta kepada eh TNI eh bahwa ini
bukan lagi zaman orde baru karena memang ee saat ini adalah ee zamannya digitalisasi yang ee setiap informasi itu sangat mudah didapatkan dan ia juga ee meminta kepada ee pihak-pihak ee TNI ataupun ee Denpom Jaya ini untuk ee mencari aktor intelektual dari penyaman air keras. tersebut. Demikian kembali ke video markas besar Mabes. TNI telah merilis empat oknum anggota Badan Intelijen Strategis Bais. TNI terlibat dalam penyiraman wakil koordinator kontras Andri Yunus beberapa waktu lalu. Sejumlah pihak pun meminta kepada Mabes
TNI untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas dan transparan. Aktivis reformasi 1998, Ubedilah Badru mengatakan, pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap Andri Yunus harus menjadi titik balik kejujuran militer. Ia menyatakan saat ini merupakan era digitalisasi sehingga keterbukaan informasi paling diutamakan dalam kasus tersebut. Ubedilah meminta agar oknum prajurit TNI tersebut diberi sanksi berat jika terbukti menyiram Andri Yunus dengan air keras. Menurutnya, penegakan hukum tanpa pandang pangkat di internal institusi
sangat diharapkan oleh masyarakat. Terakhir, Ubedila mengatakan bahwa kasus ini sebagai ujian bagi institusi TNI agar tidak gunakan pola lama dalam menyerang aktivis. Terlihat sih memang ee satu proses upaya pemudaan berencana ya, dugaan kuatnya. Maka sebetulnya jangan buru-buru juga tentara kemudian mframing atau mengiring bahwa ini perkara penganiayaan. Ini bukan penganiayaan ini bukan ee sesuatu yang biasa, bukan pengenan biasa. Tapi ini ee diduga kuat ada motif pembunuhan berencana. Karena itu harus merujuk ke
pasal yang menyangkut pembangunan berencana. Nah, kemudian yang ee kedua ini tentara masih hati-hati ya karena era sekarang bukan era lagi zaman baru. Ini era eh digital society yang memungkinkan semua hal bisa dibongkan. Jadi saya kira menjadi momentum penting untuk tentara jujur ya. Siapa aktor yang dibalik? Kalau aktornya adalah bagian penting dari tentaranya beri sanksi berat enggak apa-apa. Itu kan sejarah kelam yang harus ditelan oleh mereka. Sama juga ketika para jenderal polisi dipenjara
kan ee yang beberapa tahun lalu. Jadi menurut saya ee sudah waktunya kita harus berubah lagi menggunakan yang ee Komnasham juga sih sampai kira Komnasham mesti inisiatif untuk membuat tim pencari fakta ya versi Kom nasal karena ini menyangkut Hasimah Hus Andre adalah ee aktivis yang menyampaikan hak-hak bersuara termasuk dalam CP dan CV Libertis itu bagian dari hasil manusia. Nah, ketika CV Libertis ini kemudian terganggu, Komunas berhak untuk melakukan upaya ee membongkar ini semua. Jadi ini masuk juga dalam kategori
pelanggaran HAM. Sebetulnya saya kira HAM juga perlu diingatkan bahwa ini penting karena ini sudah menjadi perhatian internasional. Cukup pertama tadi kayak seperti yang disampaikan bahwa harus ada ee tim pencari fakta supaya bisa mengulas persoalan ini dari mulai eksekutor sampai intelektual. Kedua, ee kan Presiden sudah memandatkan PORI untuk mengusut ee persoalan hukum terkait ee penyiraman yang sebagaimana kita tahu akhirnya pelakunya kan eksekutornya tentara. Ini pasti akan jadi conflict of interesting
nanti memperlambat pengungkapan aktor intelektual. Makanya saya minta DPR tuh harus turun tangan karena ini melibatkan dua institusi yaitu PORI sebagai penegak hukum tentara TNI sebagaimana anggotanya yang melakukan penyiraman. Nah, ini DPR harus bisa menengahi supaya prosesnya ini cepat entah itu nanti bentuknya pansus atau apa. Kan DPR sendiri setahu saya punya dewan pengawas intelijen DPR ya dipimpin Prof. Dasco kan. Nah, itu harus kita mendukung supaya turun, supaya bisa ketahuan nih dari eksekutor sampai
intelektual e atau intelektualnya siapa. Karena kalau kita berharap pada dua lembaga ini pasti tarik-menarik gitu. Kayak perlu yang lebih besar seperti DPR yang turun. Jangan lupa subscribe ya. [musik] Yeah.
Komentar