Presiden Iran Ultimatum Pasukan Asing di Timur Tengah – Tempo.co

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Iran, Hassan Rouhani, memperingatkan pasukan Eropa di Timur Tengah untuk tidak macam-macam menyusul meningkatnya ketegangan politik di sana. Bahkan, ia meminta pasukan Eropa untuk mundur dari Timur Tengah.

“Hari ini, pasukan Amerika yang dalam bahaya. Besok, mungkin giliran pasukan militer Eropa yang dalam bahaya,” ujar Rouhani sebagaimana dikutip dari kantor berita Al Jazeera, Kamis, 16 Januari 2020.

Ultimatum tersebut adalah yang pertama dari Rouhani sejak tensi politik di Iran menegang pasca pembunuhan jenderal Qassem Soleimani oleh Amerika Serikat. Beberapa hari terakhir, Iran tidak hanya harus berhadapan dengan imbas dari pembunuhan Soleimani, tetapi juga kisruh salah tembak Ukraine International Airlines serta unjuk rasa soal rezim Ayatollah Ali Khamenei.

Ketegangan itu memuncak setelah Iran membalas serangan AS dengan meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di Irak. Meski serangan 12 rudal itu menghancurkan pangkalan militer AS, tidak ada korban jatuh di sana.

Ketegangan di Iran pada akhirnya mendorong negara-negara Eropa untuk juga menyiagakan pasukan militer mereka, mendampingi AS. Sejumlah pasukan militer diterjunkan di Irak, Afghanistan, Abu Dhabi, dan Bahrain. Hal inilah yang dikecam oleh Iran dan dianggap memperkeruh suasana.

Juru bicara Komisi Eropa, Peter Stano, menyampaikan pihaknya telah mendengar ancaman Rouhani. Namun, sejauh ini, belum ada rencana untuk menarik pasukannya yang berbasis di Irak.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Italia, Lorenzo Guerini, menyatakan bahwa pihaknya malah berencana menambah jumlah pasukan di kawasan teluk, tepatnya di terusan Hormuz.

AL JAZEERA

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: