Beranda / Dunia / Rangkuman Konflik Timur Tengah: IRGC Luncurkan Gelombang Serangan ke Pangkalan AS, Jatuhkan 22 Drone

Rangkuman Konflik Timur Tengah: IRGC Luncurkan Gelombang Serangan ke Pangkalan AS, Jatuhkan 22 Drone

Kops pengawal revolusi Islam Iran kembali meluncurkan gelombang ke-13 dalam operasi True Promise for pada Senin, 2 Maret 2026. Serangan tersebut menyasar sejumlah posisi yang disebut sebagai target musuh dengan menggunakan drone serangan satu arah. Dalam keterangan resminya, IRGC menyampaikan bahwa operasi itu menargetkan pangkalan kops mariner Amerika Serikat di Kamp Arif Jan Kuwait. Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari respons Iran atas agresi AS dan Israel yang masih berlangsung. Selain di Kuwait, IRGC juga

melaporkan serangan terjadi di Bahrain. Fasilitas yang dikaitkan dengan armada angkatan laut Amerika Serikat di negara tersebut disebut menjadi sasaran enam drone serangat satu arah dan dinyatakan hancur. Tak hanya itu, Kantor Hubungan Masyarakat IRGC mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara angkatan laut IRGC di Buser berhasil menembak jatuh drone tipe Hermes 21st di atas wilayah Iran Selatan. Sebelumnya pada Minggu 1 Maret Angkatan Darat Iran menyatakan telah mencegat 10 drone canggih melalui

jaringan pertahanan udara terintegrasi di berbagai wilayah negara. Sebagian besar drone yang dicegat disebut berasal dari jenis hermes. Militer Iran juga mengungkapkan bahwa total drone yang berhasil dijatuhkan sejak awal agresi mencapai 22 unit. Arab Saudi mencegah dan menghancurkan 8 pesawat tabera awak di sekitar Riyad dan Alkarj pada Selasa, 3 Maret 2026. Informasi tersebut disampaikan Kementerian Pertahanan Arab Saudi dalam keterangan resminya. Pengumuman itu disampaikan tak lama setelah kementerian melaporkan bahwa

kedutaan besar Amerika Serikat Tiriat turut menjadi sasaran dua drone. Serangan tersebut menyebabkan kebakaran terbatas dan kerusakan ringan pada bangunan. Insiden ini terjadi di tengah gelombang serangan rudal dan drone Iran yang menyasar sejumlah negara teluk. Serangan itu berlangsung setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran yang dimulai pada Sabtu, 28 Februari 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan bahwa respons atas serangan terhadap kedutaan AS di RIAT serta kematian

personel militer AS dalam konflik dengan Iran akan segera diumumkan. Ia menegaskan pembalasan tersebut akan diperjelas dalam waktu dekat. Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan melakukan percakapan telepon dengan Raja Bahrain Hammad bin Isa Alkhalifah dalam membahas serakan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Pihak Kremli menyampaikan bahwa Rusia siap memanfaatkan semua peluang untuk menstabilkan situasi di Timur Tengah. Rusia menilai perkembangan terbaru ini juga mengancam keamanan sejumlah negara

Ketika Presiden Prabowo Sapa dan Salami Masyarakat Satu per Satu saat Open House Istana, Temani Didit

Arab yang memiliki hubungan persahabatan dengan Moskow. Oleh karena itu, Putin menegaskan kesiapan Rusia untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas kawasan pada Sen 2 Maret 2026. Sedangkan militer besar oleh AS dan Israel terhadap Irang sendiri diluncurkan sejak 28 Februari. Beberapa kota besar termasuk Teheran menjadi sasaran. Gedung putih membenarkan serangan tersebut dengan alasan ancaman rudal dan nuklir dari Iran serta menyerukan rakyat Iran untuk menentang pemerintah mereka. Akibat serangan itu,

pemimpin tertinggi Iran, Ali Haminei beserta beberapa tokoh senior lainnya meninggal dunia. Garda revolusi Islam Iran pun merespons dengan melancarkan serangan balasan yang menargetkan lokasi-lokasi di Israel serta pangkalan militer AS di Bahrain, Yordania, Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab dan Arab. Lebih lanjut, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa kemungkinan pengerahan pasukan darat ke Iran tidak sepenuhnya dikesampingkan. Ia menyebut opsi tersebut akan dipertimbangkan jika diperlukan untuk menghentikan duka

program nuklir Iran serta menghilangkan ancaman yang dianggap ditimbulkan oleh rezim tersebut. Di sisi lain, ancaman militer Iran untuk membakar kapal yang melewati Selat Hormus telah melangsung memicu lonjakan harga minyak dan gas di pasar internasional pada Selasa 3 Maret bahkan menambah ketegangan ekonomi global akibat konflik yang sedang berlangsung. Kelompok Perlawanan Islam Lebanon Hizbullah mengumumkan peluncuran serangan pesawat tabera awak yang menyasar posisi militer Israel pada Selasa 3 Maret. Serangan itu disebut

sebagai respons atas agresi Israel yang terus berlangsung terhadap wilayah Lebanon. Dalam pernyataan resminya, Hispullah menyampaikan bahwa operasi itu dilakukan sebagai balasan atau serangan Israel yang menargetkan puluhan kota dan desa di Lebanon. Hisbula menjelaskan bahwa pada pukul 5 waktu setempat, pihaknya mengerakkan sejumlah drone serangan. Targetnya adalah situs radar dan ruang kendali di pangkalan udara Ramat David yang berada di wilayah Palestina Utara yang diduduki Israel. Kelompok tersebut menegaskan bahwa

operasi itu diarahkan secara khusus ke target militer. Mereka membandingkannya dengan serangan Israel yang disebut menyasar warga sipil. Hisbula juga menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari kewajiban mereka untuk mempertahankan wilayah dan rakyat Lebanon terutama di tengah eskalasi dan pelanggaran yang terus terjadi. Sebelumnya Hizbullah menekankan bahwa agresi Israel selama sekitar 15 bulan terakhir tidak bisa dibiarkan tanpa respons. Mereka menyebut konfrontasi sebagai hak yang sah dan bersifat

Terlihatnya Hilal 1 Syawal 1447 H di Kupang Adanya Kendala Cuaca Mendung Sekaligus Gerimis

defensif dalam menghadapi pelanggaran yang berkelanjutan. Iran secara resmi menutup jalur pelayaran strategis Selat Hormus. Penutupan itu diumumkan pada Senin, 2 Maret 2026 di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. Penasihat Komandan Kops Garda Revolusi Islam Iran Brigadir Jenderal Ibrahim Jabari memperingatkan bahwa setiap kapal yang berupaya melintasi salat tersebut akan menghadapi konsekuensi serius. Ia menegaskan bahwa kapal yang mencoba melewati jalur itu berisiko diserang dan dibakar. Jabari juga menyatakan Iran

akan mencegah ekspor minyak dari kawasan tersebut. Ia menegaskan tidak akan ada setes pun minyak yang diizinkan keluar dari wilayah itu. Selain itu, ia menyebut jaringan pipa minyak juga berpotensi menjadi sasaran. Ia memperkirakan harga minyak dunia dapat melonjak drastis hingga menyentuh 200 AS dalam beberapa hari ke depan apabila situasi terus memburuk. Di tengah memanasai situasi, harga minyak global memang sudah bergerak naik. Patokan minyak mentah brand sempat melonjak sekitar 10 hingga 13% dan berada di

kisaran 80 hingga 2 AS. perel atau sekitar Rp1.350.000. Seiring kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pasokan melalui Selat Hormus, maka dari itu, Selat Hormus yang merupakan jalur vital bagi pengiriman minyak dunia terpaksa harus ditutup. Komando Pusat Amerika Serikat merilis rekaman terbaru yang diklaim memperlihatkan pasukan Amerika Serikat menyerang sejumlah target di Iran pada Senin, 2 Maret 2026. Video tersebut muncul saat Washington, Tel Afif dan Tehran saling melancarkan serangan untuk

hari ketiga berturut-turut. Dalam tayangan berdurasi singkat itu terlihat serangan menghantam kendaraan dan persenjataan militer hingga peralatan di lalap api. Namun, tanggal serta lokasi pasti dari rekaman yang dibagikan melalui platform X tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Melalui unggahannya, Senko menyatakan pasukan AS melancarkan serangan secara presisi terhadap Iran tanpa keraguan. Mereka menjelaskan bahwa operasi Epic Fury difokuskan pada penghancuran rudal offensif milik Iran. Ketegangan di

kawasan Timur Tengah meningkat tajam pekan ini setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan operasi militer bersama terhadap Iran. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menegaskan tekadnya untuk melumpuhkan industri rudal Iran hingga tuntas. Sebagai respons, Teheran melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer Israel serta instalasi militer Amerika Serikat di kawasan teluk. Aksi saling serang ini memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di wilayah tersebut. Kops Garda

Siap Siap Langsung, PM Modi Hubungi Presiden Iran Untuk Selamatkan 20 Kapal India

Revolusi Islam Iran menyatakan melakukan pembalasan dan menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa hukuman.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *