Beranda / Berita Terpopuler / Rudal Soumar Iran Menyusup 2.500 Km Tanpa Terdeteksi, Sulit Dicegat AS-Israel?

Rudal Soumar Iran Menyusup 2.500 Km Tanpa Terdeteksi, Sulit Dicegat AS-Israel?

Presiden Iran, Mazut Pesiskian menegaskan bahwa membalas kematian para pemimpin negara Iran merupakan kewajiban sekaligus haksah Iran. Dalam pandangan pemerintah Iran, menahan diri terlalu lama justru bisa dianggap sebagai kelemahan dan memberi sinyal bahwa negara tersebut tidak mampu merespon serangan. Lantas bagaimana Iran bisa melakukan pembalasan dan senjata apa yang akan digunakan untuk menyerang Tel Afif maupun Washington? Salah satu kekuatan utama militer Iran adalah Arsenal rudalnya. Analis pertahanan menyebut Iran memiliki

salah satu sistem rudal paling besar dan beragam di Timur Tengah. Terdiri dari rudal balistik dan rudal jelajah dengan berbagai jarak jangkau. Program ini menjadi sangat penting bagi Iran karena angkatan udaranya masih bergantung pada pesawat tempur lama. Dengan mengandalkan rudal jarak jauh, Iran tetap bisa menjangkau target strategis tanpa harus mengerahkan pesawat tempur modern. Di antara berbagai sistem yang dimiliki Teheran, salah satu yang paling sering disebut adalah Somar Missel. Somar merupakan rudal jelajah jarak jauh yang

diluncurkan dari darat dan pertama kali diperkenalkan Iran kepada publik pada 8 Maret 2015. Rudal ini diyakini merupakan pengembangan dari proyek sebelumnya yang bernama Mescard. Namun banyak analis menilai teknologi Somar memiliki kemiripan dengan rudal Rusia KH55 misal. Rudal KH55 tersebut diduga pernah diperoleh Iran dari Ukraina pada awal tahun 2000-an melalui transaksi ilegal di pasar gelap. Setelah itu, Iran diyakini mengembangkan desainnya sendiri hingga menjadi rudal Somar. Secara teknis, Somar memiliki panjang

sekitar 7,2 m dengan diameter sekitar 0,5 m dan menggunakan mesin turbo fan atau turbojet. Rudal ini dapat membawa hulu ledak konvensional dan dalam beberapa analisis disebut berpotensi membawa muatan lain. Yang membuat Somar menjadi perhatian banyak negara adalah cara terbangnya. Sebagai rudal jelajah, Somar tidak meluncur tinggi seperti rudal balistik. Sebaliknya, ia terbang sangat rendah dan bisa mengikuti kontur medan seperti perbukitan atau lembah. Kemampuan ini membuat radar lebih sulit mendeteksinya.

Dan kemampuan inilah yang membuat rudal jelajah sering dianggap lebih berbahaya dalam beberapa situasi. Jika diluncurkan bersamaan dengan drone atau ruda lain, sistem pertahanan udara lawan bisa kewalahan menghadapi banyak ancaman sekaligus. Somar diperkirakan memiliki jangkauan antara 2.000 hingga 3.000 km. Dengan jarak tersebut, rudal ini mampu menjangkau berbagai target di kawasan Timur Tengah dari wilayah Iran. Sebagai contoh, jarak dari Teheran ke Tel Afif hanya sekitar 1000 hingga 1500 km yang berarti wilayah Tel Afif di

Presiden Prabowo Menyambut SBY Hadir Open House Lebaran Idulfitri 2026 di Istana

Israel berada dalam jangkauan penuh somar. Bahkan jika rudal diluncurkan dari wilayah barat Iran dekat perbatasan Irak, jarak ke Israel menjadi lebih pendek lagi. Dalam konflik terbaru tahun 2026 ini, Iran disebut telah melakukan serangan yang melibatkan rudal dan drone ke arah Israel. Meski memiliki jangkauan ribuan kilometer, kemampuan Somar tetap terbatas pada wilayah regional. Rudal ini tidak mampu menjangkau daratan utama Amerika Serikat. Jarak dari Iran ke pantai timur Amerika Serikat seperti

kota New York mencapai sekitar 9.500 km jauh melampaui jangkauan maksimal Somar. Namun dengan jangkauan hingga sekitar 2.500 km, Somar memungkinkan Iran menjangkau berbagai wilayah strategis. Di Timur Tengah, target seperti Riyad di Arab Saudi hanya berjarak sekitar 1200 km dari Iran. Di Afrika Utara, Kairo di Mesir juga berada dalam kisaran jangkauan. Sementara di Asia Selatan, kota-kota seperti New Delhi di India atau Islamabad di Pakistan juga berpotensi dijangkau. Bahkan beberapa wilayah di Eropa

Tenggara seperti Athens di Yunani berada di batas jangkauan maksimal rudal ini. Bagi Iran, keberadaan rudal seperti Somar merupakan bagian dari strategi pencegah militer. Dengan memiliki kemampuan menyerang dari jarak jauh, Iran berharap dapat mencegah negara lain melakukan serangan langsung. Namun bagi banyak negara barat, program rudal Iran justru dianggap sebagai ancaman bagi stabilitas kawasan. Hey hey hey hey hey hey hey

 

Presiden Prabowo Takbiran di Sumut Lalu Salat Idulfitri di Aceh

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *