Krisis penutupan Selat Hormus mendorong negara-negara Asia meningkatkan pembelian minyak Amerika Serikat ke level tertinggi dalam 3 tahun. Sejumlah pedagang menyebut lonjakan permintaan dalam beberapa hari terakhir membuat volume minyak Amerika Serikat [musik] yang dijadwalkan dikirim ke Asia pada April mencapai sekitar 60 juta barel. Berdasarkan data Cler limited dan Fortexa Limited, angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak April 2023. Penutupan Selat Hormus terjadi di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat,
Israel, dan Iran. Kondisi ini berdampak besar bagi negara di Asia yang selama ini bergantung pada pasokan minyak dari Teluk Persia. Produsen minyak Amerika Serikat menjadi salah satu pihak yang diuntungkan dari lonjakan permintaan dan kenaikan harga. Krisis ini turut memicu lonjakan aktivitas di sektor pengiriman sekaligus kenaikan biaya angkut. Bahkan tingginya volume pengiriman membuat para trader mulai menggunakan kapal tanker berukuran lebih kecil. Meski demikian, tambahan pasokan dari Amerika Serikat belum akan
langsung meredakan tekanan bagi kilang di Asia. Pasalnya, pengiriman yang dimuat pada April baru diperkirakan tiba sekitar 2 bulan kemudian. [musik]
Komentar