Beranda / Dunia / Siap Siap Langsung, PM Modi Hubungi Presiden Iran Untuk Selamatkan 20 Kapal India

Siap Siap Langsung, PM Modi Hubungi Presiden Iran Untuk Selamatkan 20 Kapal India

Pemerintah India tengah melakukan upaya diplomasi maraton untuk memastikan keselamatan lebih dari 20 kapal serta ratusan awak kapal mereka yang terjebak di kawasan Teluk. Langkah itu dilakukan menyusul terganggunya lalu lintas di Selat Hurumus jalur energi vital dunia akibat eskalasi konflik Timur Tengah. Konflik di Timur Tengah pecah usai Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari. Sebagai balasan, Tehan melancarkan serangan balasan dan menutup Selat Hormus. Teheran dilaporkan hampir

menghentikan seluruh lalu lintas maritim di titik krusial tersebut sebagai bentuk balasan atas serangan Amerika Serikat dan Israel. Padahal sekitar seperlima dari pasukan minyak mentah dan kas alam cair atau liquified natural gas atau LNG global biasanya melintasi jalur ini. Bagi India, stabilitas alat hormus sangatlah krusial. Nudelhe merupakan pembeli LNG terbesar keempat di dunia dan pembeli minyak cair atau liquivate portrelium gas atau LPG terbesar kedua. Akibat pasokan yang kian menipis, pemerintah India telah memperketat

kontrol terhadap kasus alam dan kas masak pekan lalu sembari meningkatkan lobi diplomatik dengan Irak. Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan bahwa dirinya telah menjalin komunikasi langsung dengan Presiden Iran Mahsud Franciskian untuk membahas masalah ini. Sonada dengan hal tersebut, Menteri Luar Negeri India SJ Snakar juga mengkonfirmasi adanya dialog intensif dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Paraki. Meski beberapa kapal mulai diizinkan melintas, Jankar menegaskan belum ada kesepakatan menyeluruh atau blanket

arrangement untuk seluruh kapal yang tersisa. Dia menambahkan bahwa keberhasilan beberapa kapal yang melintas adalah bukti dari efektivitas diplomasi. Hingga saat ini upaya tersebut mulai membuahkan hasil meski terbatas. Dua kapal tanker berbendera India sivalik dan Nanda Devi yang membawa sekitar 92.700 met ton LPG dilaporkan telah mencapai pelabuhan di negara bagian Gujarat setelah berhasil melintasi Selat Kummus pada akhir pekan lalu. Namun ketegangan tetap tinggi. Kapal tanker India lainnya

Jack Ladki sempat berada dalam situasi berbahaya saat pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab diserang pada hari Sabtu sewaktu kapal tersebut sedang memuat minyak mentah. Kementerian Perminyakan India memastikan kapal tersebut berhasil keluar dengan selamat pada hari berikutnya. Di tengah upaya penyelamatan ini, Teheran meminta pertukaran akses jalur aman dengan pengembalian tiga kapal terkait Iran yang disita India karena sanksi Amerika Serikat pada Februari lalu. Namun, sumber pemerintah India dengan tegas membantah spekulasi

AS Mengancam Akan Paksa Selat Hormuz, Apa Kata Iran? Ini Analisis Dosen HI UGM

tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randir Jaywal menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah bekerja sama dengan Iran dan negara-negara lain untuk memulangkan kapal yang masih terdampak. India juga menyatakan tidak melakukan diskusi bilateral dengan Amerika Serikat terkait pengarahan kapal perang untuk mengawal kapal dagang. Meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyerukan keterlibatan internasional untuk mengamankan jalur tersebut. Download Tribun X sekarang menghadirkan lokal

menjadi Indonesia.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *