Eh, baik dari Pak Simon dari TV1 ya. Jadi memang kalau ee di Denma itu kan ada beberapa macam matra ya. Jadi ini saya sampaikan matranya adalah dari Al dan AU ya. Halo. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang saya hormati Bapak Kapuda, Bapak Kadif Propam ee Ketua, Wakil Ketua dan anggota Komisi 3 DPR RI, Ketua Kompolnas dan anggota ada yang bilang ketua LPSK dan anggota Kompolnas mendapat bocor. Terima kasih sudah mengundang komun sudah menjadi korban. Ada tujuh nama sebenarnya yang dijadikan target. Apakah
ini nanti akan didalami terkait itu oleh teman-teman penyidik di pusmp? Terima kasih Bapak. Eh, baik, terima kasih Mas Sahrul dari Jawa Pos ya. Ee untuk pertanyaan yang pertama jadi kami sampaikan bahwa keempat yang diduga ee pelaku ini semuanya anggota dari Denma Bais TNI ya. Jadi bukan dari satuan mana-mana tapi dari Denma ee Bais TNI. Kemudian terkait ee tadi ee masalah isu ada target lain. Nah, nanti kita akan kembangkan pada saat ee proses penyidikan ya. Jadi sekarang kita enggak berani menyimpulkan nih ini ya. Nah,
kemudian masalah yang diduga ee status ya, status. Jadi kan kalau dalam peradilan itu kan ada asas praduga tak bersalah ya gitu. Jadi itu kita terapkan, Mas. J kalau memang nanti dia memang betul sebagai pelakunya ya dia akan sebagai ee tersangka. Demikian ya. Baik yang dari TV1in menegaskan aja Pak dari tempat tersangka tersebut. Siap. Nama nama saya namanya Bangga Simon dari TV1 ingin menanyakan kepada Pak Guskom bahwa dari keempat tersangka tersebut matranya matra apa nih Pak? Karena kan sekarang
Bais Bais mat apa itu kita kan gak tahu itu enggak jelas gitu loh. Terima kasih. Itu aja Pak. Satu aja Pak. Ee baik dari Pak Simon dari TV One ya. Jadi memang kalau ee di Denma itu kan ada beberapa macam matra ya. Jadi ini saya sampaikan matranya adalah dari Al dan AU ya cukup ya cukup ya supaya berkembang soalnya berkembang ini adalah matranya adalah ketendaran katanya jadi supaya enggak berkembang lagi. Jadi Al dan AU Pak ya. Iya. Oke terima kasih Pak tadi Mas ya. Silakan. Izin, Pak. Saya Heru dari Radio LCINTA, Pak. Mau
bertanya. Tadi disebutkan ada ee empat ee terduga pelaku ya, Pak. Nah, ini bisa disebutkan e ada bukti awal enggak, Pak, kenapa mereka ee dijadikan ee keempat ee tersangka itu, Pak? Bukti awalnya seperti itu, Pak. Terus yang kedua ee kira-kira, Pak, kapan sih hasil penyidikan awal ee akan disampaikan ke publik? Terima kasih. Ee baik, Mas. Dari mana tadi? Herup, Pak. Dari Radio Elsinta. Oh, dari Elsinta. Baik. Jadi, semenjak kejadian tersebut, jadi kita kan tadi sudah sampaikan ee bahwa kita sudah melakukan
penyelidikan secara internal ya. J secara internal. Kemudian dari hasil penyelidikan internal itu kita melihat ada ee beberapa kejanggalan nih. Kejanggalan ya, kejanggalan sehingga dari kejanggalan itu kita kembangkan eat tersangka tersebut ya, Mas. Oke. Yang satu lagi apa tadi pertanyaan? ee penyidikan awal, Pak, akan diumumkan ke publik atau ke masyarakat, Pak? Ee jadi gini, kalau bicara kapannya akan saya jawab secepatnya ya, karena ee beri kita waktulah dan yakin itu akan kita sampaikan ya secara transparan jadi
enggak ada yang tutup-tutupi ya. Oke, cukup. Baik, untuk sesi pertanyaan terakhir ya, dua orang Mas, silakan. Oke, selamat siang, Pak. Saya Rizki dari Kompas.com. Ini tadi Bapak saya mempertegas aja, Pak. Ada empat pelaku yang sudah diamankan kali ini, Pak. Dan apakah keempat-empatnya itu ada di TKP dan mana yang eksekutor ada dua orang dan dua orang lagi tuh apa, Pak? Ee sebagai otak, intelijen, Pak, maupun menerima informasi supaya si eksekutor ini jalan untuk menyamperi ee korban gitu, Pak. Terima kasih.
Baik, Mas. Ee terima kasih. Jadi kita masih mendalami ya mendalami karena baru tadi pagi ini diserahkan ke kita ini sedang ee proses ee penyidikan. Jadi kita akan ee nanti akan sampaikan dari empat pelaku ini ee siapa, berbuat apa, kemudian masing-masing perannya apa kan kita juga belum tahu. Nanti kita akan ee akan kita sampaikan ya. Yang pasti dua orang eksekutor berarti, Pak. Ya, betul ya. Kalau dari hasil CCTV kan ada dua orang nih yang melakukan. Nah, yang dua lagi ee di mana dan sebagai apa
nanti akan masih kita dalami ya. Baik. Satu lagi. Silakan, Pak. Baik, terima kasih, Pak. Saya Leni dari Tempo. Ee izin menegaskan siapa? Iya, Lin. Saya Leni dari Tempo. Ya, ee saya pertama ingin menanyakan terkait dengan inisialnya, Pak. Mungkin bisa diungkap gitu atau bagaimana inisial empat ee anggota ini gitu. Lalu ee mengenai tadi follow up tadi soal Pak Presiden kan memberikan intensi terkait dengan kasus ini. Apakah ada tersendiri dari ee Dasp dan Puspom untuk menetapkan status yang lebih jelas dan juga untuk ee
menyerahkan ke pengadilan gitu. Penyelidikan ini akan ee berjalan berapa lama terkait dengan deadline itu gitu. Lalu yang ketiga, Pak, terkait kekhawatiran masyarakat sipil. Tadi juga sempat dibahas bahwa masyarakat sipil ee dalam hal ini ee sudah menyatakan berkali-kali meragukan terkait dengan peradilan militer begitu. Nah, itu seperti apa penanganan kasus ini? Apakah akan ee sepenuhnya diserahkan ke peradilan militer atau ada kemungkinan diserahkan ke peradilan sipil terkait dengan ee besarnya desakan ini? dan ee
mengingat ee korban ini adalah salah satunya cukup kencang mengkritik militarisasi. Terima kasih. Ee makasih Mbak Reni. Jadi untuk ee tadi pertanyaan pertama terkait nanti hasil ya hasil dari Iya, Mbak. Tadi yang pertanyaan pertama hasil ya inisial. Oh, inisial. Iya. Tadi ee perlu saya ulangi lagi nih untuk inisialnya. Boleh, Pak. Ya. Yang pertama, Pak. Benar, Pak. Kalau boleh nama pangkatnya, Pak [musik] ya. Gimana? Ada pangkatnya ya. Jadi inisialnya NDP, pangkatnya kapten. Kemudian inisial SL
pangkatnya Letu. Kemudian inisial PH pangkatnya Letu. Kemudian yang terakhir inisial es pangkatnya serda Bintara ya. Oke, itu yang untuk inisial. Kemudian untuk waktu penyidikan ya tentunya kita akan bekerja semaksimal mungkin ya dengan harapan bahwa ee proses pendidikan ini dapat kita ee lakukan ee secepatnya secara profesional. Kemudian kita serahkan kepada penuntut dalam hari ini outmail untuk melakukan persidangan. Dan selama ini kan untuk persidangan di militer kan selalu terbuka ya, tidak pernah istilahnya ee
persidangan tertutup. Nah, tentunya nanti rekan-rekan bisa mengikutilah ya, bisa mengikuti nanti tahap-tahapannya juga ee mungkin kita akan ee mengundang rekan-rekan media ya pada saat mungkin selesai penyidikan, pemberkasan, kemudian penyerahan kepada ODMIL. Nah, nanti pada saat persidangan ee kita akan mengundang rekan-rekan media ya. Kemudian tadi satu lagi terkait dengan ee barang bukti ya yang ee sementara sudah diamankan oleh ee kepolisian nanti kita akan koordinasi terkait ee untuk barang bukti tersebut
ya. Cukup ya. Terima kasih kawan-kawan wartawan. untuk pelaksanaan kita konferensi pers kami dari TNI seperti yang saya sampaikan tadi malam kemudian kami tegaskan lagi di sini kita akan bekerja dengan profesional dan transparan. Ini sudah kami buktikan. Kami undang kembali wartawan untuk menjelaskan tentang update hasil penyelidikan yang kami lakukan dari IT TNI. Terima kasih. Billah taufik walhidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang. Salam sejahtera untuk kita semua. Shalom. Om santi santi omah.
Iya pemirsa itu dia ya pemirsa itu dia tadi baru saja Anda saksikan keterangan pers yang disampaikan oleh ee Kapuspen TNI juga tadi dan Puspom TNI yang menyebutkan bahwa telah menahan empat terduga pelaku ini yang diduga ee [musik] terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis kontras yang mana Keempatnya ini merupakan anggota TNI yaitu berinisial NT pangkatnya kapten SL berpangkat letu, BW berpangkat letu, serta ES berpangkat Serdap. dan tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada kerja
sama antara TNI dan PORI dalam mengungkap kasus penyeraman air keras ini.
Komentar