Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memperingatkan Iran bahwa Amerika Serikat akan menyerang Iran jauh lebih keras. Peringatan itu disampaikan jika Iran mencoba memblokir lalu lintas kapal tanker melalui Slat Hormus, jalur yang menangani sekitar seperlima pasukan minyak dunia. Jika Iran melakukan apapun yang mantikan aliran minyak melalui Selat Hormus, mereka akan dihantam oleh Amerika Serikat 20 kali lebih keras daripada serangan yang telah terjadi sejauh ini,” kata Trump pada Senin, 9 Maret.
Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat akan menargetkan lokasi-lokasi di Iran yang dianggap mudah dihancurkan. Menurutnya, langkah ini dapat berpotensi membuat negara tersebut kesulitan untuk membangun kembali fasilitas pentingnya. Trum menyebut peringatan tersebut sebagai langkah untuk melindungi perdagangan global. Terlebih bagi negara-negara yang sangat bergantung pada pengiriman minyak melalui SL Hormus termasuk China. Ancaman tersebut langsung mendapat respon dari pasukan Garda Revolusi Iran
pada Selasa 10 Maret. Iran menyatakan tidak akan mengirim 1 liter pun minyak jika serangan Amerika Serikat dan Israel terus berlanjut. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araji menegaskan bahwa Iran siap melanjutkan serangan selama diperlukan. Ia juga menyatakan bahwa negosiasi dengan Amerika Serikat tidak lagi menjadi agenda saat ini.
Komentar