Langsung ke konten utama

Pengambilan iPhone 18 Pro di Jakarta Pusat Sempat Ricuh, Warga dan Joki Saling Serobot demi Hadiah MacBook

 

JAKARTA — Kericuhan sempat mewarnai antrean ratusan calon pembeli dalam acara peluncuran dan pengambilan iPhone 18 Pro bertajuk Pick & Win iBox di Royal Glasshouse, Park Hyatt, Jakarta Pusat.

Laporan dari Kompas.com Megapolitan mencatat bahwa ketegangan dipicu oleh antusiasme warga dan joki antrean yang saling serobot untuk mendapatkan nomor urut terdepan demi membawa pulang hadiah bonus seperti MacBook Neo, iPad, hingga Apple Watch.

Pemicu Kericuhan dan Kerusakan Fasilitas Lokasi

1. Perburuan Hadiah Eksklusif Pengantre Terdepan

Keributan mulai pecah sejak Jumat pagi ketika gerbang antrean dibuka. iBox menyediakan program promo khusus bagi pemilik nomor antrean awal:

  • Nomor 1–10: Mendapatkan hadiah laptop MacBook Neo.

  • Nomor 16–25: Mendapatkan tablet iPad.

  • Nomor 26–75: Mendapatkan jam tangan pintar Apple Watch.

  • Nomor 121–220: Mendapatkan AirPods.

2. Antrean Sejak Dini Hari dan Aksi Dobrak Keamanan

Meskipun pintu pendaftaran baru dibuka pukul 04.00 WIB, warga dan joki bayaran dilaporkan telah memadati lokasi sejak pukul 02.00 WIB hingga mengular ke area lobi hotel. Dorong-dorongan tak terhindarkan saat pengunjung menerobos barisan, yang mengakibatkan gerbang detektor logam (metal detector) dan sejumlah papan penanda taman mengalami kerusakan fisik.

"Banyak yang ngakunya cuma joki gantian antre dari jam 02.00 WIB pagi. Tadi sempat saling dorong dan dobrak pembatas karena pada mau paling depan mengejar doorprize," terang salah seorang petugas keamanan lokasi.

Penanganan Panitia dan Perubahan Sistem Antrean

Guna mengendalikan situasi yang sempat memanas, pihak penyelenggara akhirnya mengambil langkah tegas dengan mengubah mekanisme penetapan nomor antrean:

  • Peralihan ke Sistem Undian: Sistem nomor antrean berurutan dibatalkan dan diganti menggunakan metode pengundian acak guna menghindari aksi serobot dan praktik joki.

  • Permohonan Maaf Resmi: Pihak distributor Erajaya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan berkomitmen melakukan evaluasi ketat pada prosedur keselamatan acara mendatang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OPPO A7 Pro 5G Naik Kelas dibanding A6 Pro: Bawa Baterai Jumbo 8.000 mAh dan Pengisian Cepat 45 Watt

  CIREBON — Produsen smartphone ternama OPPO kembali memperkuat lini lini kelas menengah ( mid-range ) dengan meluncurkan perangkat terbarunya, OPPO A7 Pro 5G . Perangkat ini hadir membawa peningkatan spesifikasi yang cukup signifikan dibandingkan generasi pendahulunya, OPPO A6 Pro. Laporan dari Radar Cirebon menyoroti bahwa daya tarik utama dari OPPO A7 Pro 5G terletak pada peningkatan kapasitas baterai yang kini berukuran raksasa, menjadikannya pilihan ideal bagi pengguna dengan mobilitas tinggi. Peningkatan Spesifikasi Utama OPPO A7 Pro 5G 1. Kapasitas Baterai Raksasa 8.000 mAh Jika generasi sebelumnya dibekali daya standar, OPPO A7 Pro 5G kini resmi dibekali baterai jumbo berkapasitas 8.000 mAh . Peningkatan kapasitas ini memungkinkan pengguna menjalankan berbagai aktivitas berat—mulai dari navigasi GPS, penggunaan media sosial, hingga sesi gaming intensif—selama seharian penuh tanpa khawatir kehabisan daya. 2. Teknologi Pengisian Cepat 45 Watt Daya baterai yang besar diduk...

ChatGPT Dituding Bahayakan Keselamatan Anak-Anak: OpenAI Resmi Menghadapi Gugatan Hukum

  JAKARTA — Perusahaan pengembang kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence /AI) terkemuka, OpenAI, resmi menghadapi gugatan hukum atas tuduhan bahwa platform percakapan pintar miliknya, ChatGPT , berpotensi membahayakan anak-anak dan remaja. Laporan dari detikINET mengungkapkan bahwa gugatan tersebut melayangkan tuduhan terkait minimnya fitur perlindungan keselamatan ( guardrails ) usia dini, potensi paparan konten tidak layak, serta dampak psikologis interaksi chatbot terhadap pengguna di bawah umur. Poin-Poin Utama Gugatan Terhadap OpenAI 1. Potensi Paparan Konten yang Tidak Sesuai Usia Gugatan tersebut menyoroti bahwa ChatGPT dapat menghasilkan respons atau materi interaktif yang tidak aman bagi perkembangan mental anak jika tidak dibatasi dengan penapis ( filter ) keamanan yang ketat. Penggugat menilai sistem verifikasi usia yang diterapkan OpenAI masih sangat lemah dan mudah dimanipulasi oleh pengguna anak-anak. 2. Isu Privasi Data dan Pengumpulan Informasi Anak Selain ma...