Langsung ke konten utama

Bos Raksasa Telekomunikasi Sindir Ambisi Elon Musk Jadikan Starlink Operator Seluler Utama

 

JAKARTA — Langkah ekspansif SpaceX yang mengakuisisi lisensi spektrum radio bernilai USD 8 miliar (sekitar Rp 143 triliun) demi mengubah Starlink Mobile menjadi operator seluler utama keempat di Amerika Serikat memicu gelombang kritik dari kalangan industri telekomunikasi konvensional.

Laporan dari detikINET mengungkapkan bahwa CEO Deutsche Telekom (perusahaan induk T-Mobile), Timotheus Höttges, secara terbuka meragukan ambisi Elon Musk untuk menggoyahkan dominasi operator seluler tradisional.

Tantangan Infrastruktur Darat dan Kualitas Sinyal 'Indoor'

1. Kebutuhan Puluhan Ribu Menara BTS Darat

Höttges menilai bahwa jaringan satelit tidak akan pernah sepenuhnya bisa menggantikan peran infrastruktur terrestrial (darat). Menurutnya, jaringan seluler konvensional di AS dibangun di atas pilar ribuan pemancar darat yang menjamin kualitas sinyal berkapasitas tinggi.

"Kami memiliki sekitar 85.000 antena seluler di Amerika Serikat. Elon Musk harus membangun semua itu terlebih dahulu jika ingin bersaing secara nyata," ungkap Timotheus Höttges.

2. Keterbatasan Sinyal Satelit di Area Perkotaan dan Dalam Gedung

Pakar telekomunikasi turut menyoroti keterbatasan teknis teknologi satelit direct-to-cell. Meskipun satelit sangat unggul dalam menjangkau wilayah terpencil atau area tanpa sinyal (blank spot/dead zone), sinyal satelit dinilai akan kesulitan menembus dinding gedung (indoor coverage) di wilayah perkotaan padat penduduk yang dipadati jutaan pengguna aktif data secara simultan.

Peringatan Risiko Kerja Sama Model MVNO bagi Operator

Höttges juga mengimbau agar para operator jaringan tidak terburu-buru menjalin kemitraan model reselling atau Mobile Virtual Network Operator (MVNO) dengan SpaceX:

  • Risiko Merusak Harga Ritel: Menjual kembali kapasitas akses Starlink dengan harga rendah berpotensi menekan batas margin dan merusak harga pasar ritel milik operator itu sendiri.

  • Ketidakpastian Investasi Tambahan: SpaceX diperkirakan masih harus mengucurkan puluhan miliar dolar AS lagi untuk pengadaan spektrum tambahan dan infrastruktur pendukung sebelum mampu menawarkan konektivitas 5G yang stabil.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

OPPO A7 Pro 5G Naik Kelas dibanding A6 Pro: Bawa Baterai Jumbo 8.000 mAh dan Pengisian Cepat 45 Watt

  CIREBON — Produsen smartphone ternama OPPO kembali memperkuat lini lini kelas menengah ( mid-range ) dengan meluncurkan perangkat terbarunya, OPPO A7 Pro 5G . Perangkat ini hadir membawa peningkatan spesifikasi yang cukup signifikan dibandingkan generasi pendahulunya, OPPO A6 Pro. Laporan dari Radar Cirebon menyoroti bahwa daya tarik utama dari OPPO A7 Pro 5G terletak pada peningkatan kapasitas baterai yang kini berukuran raksasa, menjadikannya pilihan ideal bagi pengguna dengan mobilitas tinggi. Peningkatan Spesifikasi Utama OPPO A7 Pro 5G 1. Kapasitas Baterai Raksasa 8.000 mAh Jika generasi sebelumnya dibekali daya standar, OPPO A7 Pro 5G kini resmi dibekali baterai jumbo berkapasitas 8.000 mAh . Peningkatan kapasitas ini memungkinkan pengguna menjalankan berbagai aktivitas berat—mulai dari navigasi GPS, penggunaan media sosial, hingga sesi gaming intensif—selama seharian penuh tanpa khawatir kehabisan daya. 2. Teknologi Pengisian Cepat 45 Watt Daya baterai yang besar diduk...

Pengambilan iPhone 18 Pro di Jakarta Pusat Sempat Ricuh, Warga dan Joki Saling Serobot demi Hadiah MacBook

  JAKARTA — Kericuhan sempat mewarnai antrean ratusan calon pembeli dalam acara peluncuran dan pengambilan iPhone 18 Pro bertajuk Pick & Win iBox di Royal Glasshouse, Park Hyatt, Jakarta Pusat. Laporan dari Kompas.com Megapolitan mencatat bahwa ketegangan dipicu oleh antusiasme warga dan joki antrean yang saling serobot untuk mendapatkan nomor urut terdepan demi membawa pulang hadiah bonus seperti MacBook Neo, iPad, hingga Apple Watch. Pemicu Kericuhan dan Kerusakan Fasilitas Lokasi 1. Perburuan Hadiah Eksklusif Pengantre Terdepan Keributan mulai pecah sejak Jumat pagi ketika gerbang antrean dibuka. iBox menyediakan program promo khusus bagi pemilik nomor antrean awal: Nomor 1–10: Mendapatkan hadiah laptop MacBook Neo. Nomor 16–25: Mendapatkan tablet iPad. Nomor 26–75: Mendapatkan jam tangan pintar Apple Watch. Nomor 121–220: Mendapatkan AirPods. 2. Antrean Sejak Dini Hari dan Aksi Dobrak Keamanan Meskipun pintu pendaftaran baru dibuka pukul 04.00 WIB, warga dan joki bay...

ChatGPT Dituding Bahayakan Keselamatan Anak-Anak: OpenAI Resmi Menghadapi Gugatan Hukum

  JAKARTA — Perusahaan pengembang kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence /AI) terkemuka, OpenAI, resmi menghadapi gugatan hukum atas tuduhan bahwa platform percakapan pintar miliknya, ChatGPT , berpotensi membahayakan anak-anak dan remaja. Laporan dari detikINET mengungkapkan bahwa gugatan tersebut melayangkan tuduhan terkait minimnya fitur perlindungan keselamatan ( guardrails ) usia dini, potensi paparan konten tidak layak, serta dampak psikologis interaksi chatbot terhadap pengguna di bawah umur. Poin-Poin Utama Gugatan Terhadap OpenAI 1. Potensi Paparan Konten yang Tidak Sesuai Usia Gugatan tersebut menyoroti bahwa ChatGPT dapat menghasilkan respons atau materi interaktif yang tidak aman bagi perkembangan mental anak jika tidak dibatasi dengan penapis ( filter ) keamanan yang ketat. Penggugat menilai sistem verifikasi usia yang diterapkan OpenAI masih sangat lemah dan mudah dimanipulasi oleh pengguna anak-anak. 2. Isu Privasi Data dan Pengumpulan Informasi Anak Selain ma...