Kesehatan
Beranda / Kesehatan / Beberapa Petugas medis Ebola di Kongo mengatakan mereka kehabisan pasokan

Beberapa Petugas medis Ebola di Kongo mengatakan mereka kehabisan pasokan

Situasi di Kongo sekarang sudah masuk minggu ketiga sejak wabah ini muncul, dan para tenaga medis bilang mereka benar-benar kewalahan buat ngejar ketertinggalan. Ini nggak kaya wabah-wabah sebelumnya di negara ini, di mana banyak persediaan sebenarnya sudah disiapin di dalam negeri buat antisipasi kalau ada wabah. Ini adalah wabah ke-17 di Kongo, jadi seharusnya persediaan itu udah ada di dalam negeri buat jaga-jaga kalau Ebola muncul lagi. Memang ada beberapa persediaan, tapi nggak cukup, apalagi karena wabah ini baru ketahuan cukup terlambat. Dan…

sekarang mereka lagi buru-buru nyari kebutuhan dasar banget yang kamu butuhin buat lawan penyakit ini. Jadi yang dibahas itu kayak klorin, sabun, terus APD, yaitu baju pelindung yang biasanya dipakai tenaga medis waktu nangani pasien yang sangat menular. Reuters udah ngobrol sama beberapa tenaga medis yang kerja di Kongo di tiga provinsi yang kena dampak. Salah satu dari mereka ada di Butembo, dan dia bilang kalo teman-temannya itu sebenernya masuk ke zona merah tanpa pake sepatu karena mereka gak punya.

cukup atau cuma harus bertahan dengan persediaan yang seharusnya cuma dipakai sementara tapi malah dipakai lebih lama. Dia cerita situasinya di mana nggak ada kantong jenazah jadi mereka harus pakai terpal. Nggak ada ambulans. Mereka harus bawa jenazah di atas mobil. Mobil itu sebenarnya taksi. Jadi begitulah yang mereka hadapi. Dokter lain yang aku ajak bicara bilang, “Lihat, persediaannya mulai datang sekarang. Ada mobilisasi tanggapannya tapi sudah terlambat buat beberapa orang.” Dia sudah kehilangan tiga pasien.

Rekan-rekannya sudah bilang begitu, dan ini dokter di Bunia yang jadi pusat wabahnya. Jadi keadaannya cukup parah. Kita dapat peringatan dari International Rescue Committee bahwa dalam beberapa hari mereka bisa kehabisan persediaan, dan problemnya banyak. Salah satunya, AS tidak memberikan dana sebanyak yang mereka keluarkan di wabah sebelumnya. Mereka masih jadi yang pertama tanggap, kita harus ngasih kredit buat itu, tapi memang tidak sebanyak dulu. Jadi, persediaan yang siap dipake di Kongo nggak cukup.

ketika wabah ini ditemukan pertengahan Mei. Salah satu faktor lainnya adalah kesulitan logistik di dalam Kongo. Bandara di Bunia sudah ditutup. Uganda juga menutup perbatasan, jadi pasokan yang biasanya datang lewat situ jadi terhambat, dan harga perlengkapan dasar untuk perlindungan jadi melonjak. Kenyataan yang menyedihkan adalah lebih banyak tenaga medis yang akan meninggal, dan ini negara yang jelas punya tenaga medis sangat sedikit dibandingin negara maju di Barat. Jadi kita bisa lihat tenaga medis ini akan sangat berkurang drastis.

Harga konsumen di AS mengalami kenaikan paling tajam dalam tiga tahun

yang dibutuhkan untuk menghentikan wabah ini supaya nggak makin keluar kendali.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *