Bisnis
Beranda / Bisnis / Saham Menghentikan Aksi Jual; Iran dan Israel Saling Melakukan Serangan Rudal

Saham Menghentikan Aksi Jual; Iran dan Israel Saling Melakukan Serangan Rudal

Selamat pagi dari New York dan London. Hari ini kita membahas situasi yang berkembang cepat di mana ketegangan perang kembali memanas. Israel dan Iran saling meluncurkan serangan rudal yang mengancam prospek perdamaian. Akibat ketegangan ini, harga minyak melonjak dengan Brent berada di dekat level 98 dolar per barel. Sementara itu, pasar saham Amerika Serikat mencoba bangkit kembali setelah kekhawatiran mengenai kecerdasan buatan (AI) dan laporan ketenagakerjaan yang kuat membebani investor pada penutupan Jumat lalu.

Di Asia, pasar mengalami sesi yang berat. Indeks MSCI Asia turun lebih dari 3 persen, menjadi penurunan intraday terbesar sejak Maret, dan sedang menuju tiga hari pelemahan berturut-turut. Faktor utamanya meliputi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve dan kenaikan harga minyak di tengah ketegangan geopolitik. Di Korea Selatan, indeks Kospi ditutup turun lebih dari 8 persen, diseret oleh produsen chip Samsung dan SK Hynix yang keduanya turun lebih dari 7 persen. Namun, mata uang Won Korea justru menguat sekitar 2 persen setelah otoritas meluncurkan langkah-langkah baru untuk mendukung mata uang tersebut.

Beralih ke Eropa, saham-saham di wilayah tersebut memerah karena kenaikan harga minyak, dengan sektor energi sebagai satu-satunya sektor yang positif. Pasar obligasi juga bereaksi dengan kenaikan imbal hasil obligasi jangka pendek, terutama di Inggris, karena ekspektasi terhadap kebijakan Bank of England yang kini mengarah pada kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin pada akhir tahun.

Di Amerika Serikat, harga minyak mentah terus merangkak naik karena ancaman dari kelompok Houthi yang menyatakan tidak akan menoleransi kapal-kapal terkait Israel di Laut Merah. Meskipun terjadi aksi jual besar-besaran di pasar ekuitas pada akhir pekan lalu, saat ini terlihat adanya rebound risiko. Para analis berpendapat bahwa sentimen negatif setelah laporan tenaga kerja mungkin berlebihan karena biaya tenaga kerja yang terkendali. Meskipun demikian, perhatian tertuju pada data inflasi AS yang akan dirilis akhir minggu ini.

Dalam dunia korporasi, saham perusahaan elektronik Flex dan perusahaan semikonduktor Marvel Technology naik karena rencana dimasukkannya mereka ke dalam indeks S&P 500. Di sektor farmasi, Neurix melonjak lebih dari 54 persen setelah mencapai kesepakatan senilai 2,3 miliar dolar dengan Roche untuk akses ke obat kanker darah eksperimental. Sementara itu, Eli Lilly mencatat kenaikan positif setelah hasil uji klinis pesaingnya dianggap mengecewakan, ditambah dengan keberhasilan uji klinis mereka sendiri.

Asia Bangkit Setelah Aksi Jual AI | Perdagangan Asia 9/6/2026

Situasi di Timur Tengah semakin kompleks dengan pertukaran serangan rudal antara Israel dan Iran. Serangan ini mencakup wilayah di Lebanon dan Iran, termasuk kota-kota seperti Isfahan dan Tabriz. Hal ini menimbulkan rasa ketidakpercayaan antara Iran dan Amerika Serikat serta membayangi pembicaraan damai yang sedang berlangsung. Hari ini menandai hari keseratus perang di Timur Tengah, dan gencatan senjata yang ada kini berada dalam pengawasan ketat.

CEO Nvidia, Jensen Huang, menyatakan bahwa aksi jual saham global saat ini adalah kesempatan untuk membeli, dengan keyakinan bahwa masa depan AI sangat cerah dan akan menjadi infrastruktur bagi dunia. Para analis pasar menyarankan bahwa meskipun ada kekhawatiran mengenai kenaikan imbal hasil obligasi, pasar saat ini lebih condong pada koreksi daripada pasar beruang yang berkelanjutan, terutama karena pertumbuhan ekonomi yang masih kuat.

Di sektor perbankan, saham Monte dei Paschi melonjak setelah Intesa menawarkan pembelian bank tersebut senilai 35 miliar dolar, yang dapat menciptakan salah satu bank paling berharga di Eropa. Di sisi lain, CEO HSBC, George Elhedery, menekankan bahwa peran manusia akan tetap krusial dalam perbankan meskipun adopsi AI semakin luas.

Terakhir, industri penerbangan sedang berjuang dengan kenaikan harga bahan bakar jet. Para eksekutif maskapai di pertemuan IATA di Brasil menyatakan bahwa visibilitas pasokan bahan bakar terbatas untuk beberapa minggu ke depan. Hal ini memicu kekhawatiran tentang margin keuntungan dan potensi konsolidasi industri, di mana maskapai yang lebih kecil mungkin kesulitan bertahan dibandingkan grup maskapai besar yang memiliki posisi keuangan lebih kuat.

Cadangan minyak AS menipis di tengah konflik Iran dan penutupan Selat Hormuz.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *